Jumat, 06 Oktober 2017, 14:25

Parah, 6 Bulan Ada 236 Kasus HIV di Batam

BATAM, POSMETRO.CO : Komunitas gay plus biseksual paling dominan beresiko terjakit virus Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) pada tahun 2017 ini. Hal tersebut disampaikan Pieter P Pureklolong, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam.

"Sementara jumlah waria dan gay di Batam semakin meningkat, tapi kita belum melakukan pendataan lagi. Banyak tempat tongkrongan dari komunitasi ini," katanya, Kamis (5/10).

Berdasarkan data di tahun 2011 kata Pierter, jumlah komunitas gay plus lelaki suka lelaki (LSL) bisa dikatakan biseksual sekitar 2.969 orang. Jika diurut kebawah boleh dikatakan jumlah kelompok ini terus meningkat.

Sehingga penular HIV/AIDS sebagian besar bukan didominan oleh perempuan lagi namun laki-laki. Faktor resiko lebih besar terjangkit karena hubungan heteroseksual.

"Masuk akal jumlahnya karena prilaku mereka melakukan di antara mereka itu yang bisa terjadi penularan HIV/AIDS. Memang membutuhkan waktu untuk terjangkit," jelasnya lagi.

Untuk penanggulang dan pencengahan virus HIV/AIDS, upaya edukasi ditargetkan kepada komunitas-komunitas tersebut. Untuk menimalisir masalah ini dalam waktu dekat pihaknya berserta tim terpadu dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Dinkes Batam, Forum komunitas peduli AiDS dan instansi terkait lainnya akan melakukan edutaiment. Dengan target 250 orang pekerja laki-laki di pelabuhan bukan pekerja formal.

"Targetnya pekerja di kawasan Batuampar, tanggal 11 Oktober ini. Laki-laki di pelabuhan paling berisiko jika mereka melakukan seks beresiko. Artinya tidak menggunakan alat pengaman saat berhubungan," jelas Pierter.

Ia mengakui, penanggulangan dan pencengahan edukasi ini paling sulit dilakukan kepada laki-laki. Dimana prilaku pria saat membicarakan soal seks sangat tertutup. Berbeda dengan wanita yang selalu terbuka.

"Inilah akan kita sampaikan nanti pendidikan (edukasi) dan hiburan di dalamnya. Kalau Dinas terkait hanya bilang lebih dari 200 kasus mungkin lebih tepat. Karena dari 400 kasus AIDS Januari-Oktober yang ditemukan bisa jadi datanya salah karena mereka menggunakan sistem. Kita harus vasilidasi data kembali," ulasnya.

Terpisah Dinkes Kota Batam, mencatat sepanjang tahun 2017 ini, ditemukan sedikitnya 236 kasus baru penderita Human Immuno Deficiency Virus (HIV). Jumlah ini dari periode Januari hingga Juni 2017.

Kepala Dinkes Batam menyebutkan usia 25 sampai 29 tahun menjadi penderita terbanyak dengan jumlah penderita mencapai 191 penderita. Lalu dilanjutkan usia 20-24 tahun 24 kasus, usia 50 tahun 12 orang, usia 15-19 tahun 5 orang,dan balita usia 3 tahun tiga orang.

"Paling banyak masih usia produktif, berbeda dengan tahun lalu yang didominasi ibu rumah tangga," tuturnya. (hbb)