Senin, 09 Oktober 2017, 15:15

Jemaah Haji Tanjungpinang Keluhkan Masalah kesehatan dan Layanan Hotel

PINANG, POSMETRO.CO : Jamaah haji asal Kota Tanjungpinang meminta kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk mengevaluasi pelaksanaan haji secara menyeluruh, khususnya di bidang kesehatan, karena dinilai belum maksimal.

Hal tersebut disampaikan Amir Hamzah, selaku Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kota Tanjungpinang pada saat penyampaian laporan pelaksanaan haji serta kesan dan pesan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, di aula kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Tanjungpinang, Senin (9/10).

Dikatakan Amir, pelaksanaan ibadah haji tahun 2017 secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, ada beberapa kendala yang harus menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Salah satunya adalah masalah petugas kesehatan yang jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah jamaah haji.

Selama ini, Tim Kesehatan Haji Daerah hanya berjumlah tiga orang, yakni dua perawat dan satu dokter. Ketiganya mengurusi sebanyak ratusan jamaah haji. Di kelompok haji dari Tanjungpinang, tahun ini berjumlah 214 orang. Dari jumlah itu, ada 14 jamaah haji yang dinyatakan orang dengan resiko tinggi.

"Kemarin, ketika kita tiba di Bandara Arab Saudi, kita itu sempat terpisah, karena 14 orang yang sakit, yang bawa kursi roda hanya 4, disitu kita kewalahan. Begitu juga saat beribadah," ujarnya.

Amir mengatakan, dalam pelaksanaan haji, Pemko Tanjungpinang diminta untuk belajar dengan Pemerintah Kabupaten Natuna yang mampu memperdayakan jamaah haji yang memiliki keahlian khusus sebagai TPHD maupun TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia). Ia mencontohkan, pada jamaah haji Natuna, mereka mengangkat sejumlah jamaah sebagai tim kesehatan atau tim pemandu.

"Sekarang jatahnya itu 1, kita mau ambil kesehatan atau TPHD, kalau di Natuna, mereka mengambil kesehatan, jadi untuk TPHD, mereka memperdayakan dari jamaah haji, uangnya dikembalikan, dia berfungsi sebagai TPHD, kalau Tanjungpinang dari tahun sebelumnya selalu mengambil jatah untuk TPHD, jadi kesehatannya kurang," tuturnya.

Selain masalah kurangnya tim kesehatan, kata Amir, parahnya jamaah haji juga harus banyak-banyak bersabar saat mendapat hotel yang tidak sesuai harapan. Sebab, hotel yang dilihat dari luar begitu megah, namun di dalamnya berbanding terbalik. contohnya, kamar mandi berada di luar kamar, sehingga ini menjadi masalah bagi jamaah haji khususnya kaum hawa.

"Bahkan, lift di hotel itu aja mati, ternyata hotel itu sudah lama tidak berfungsi. Selain itu, di sana juga kita hampir seminggu tidak mendapatkan jatah makanan, karena kontraknya habis, terpaksa kita beli sendiri. Ke depan, permasalahan ini perlu adanya evaluasi baik untuk pemerintah pusat maupun daerah," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menjelaskan, Pemko Tanjungpinang telah mendapatkan laporan pelaksanaan haji tahun 2017 ini. Ia mengakui, ada beberapa kendala yang harus dievaluasi dan akan disampaikan ke pemerintah pusat. Sebab, wewenang pelaksanaan haji itu berada di Kementerian Agama RI.

"Kita dapat laporan memang di pemondokan mereka berdesak-desakan, dan ini masalah ini kementerian, nanti kita akan menyurati melalui Kanwil Agama, untuk dilakukan perbaikan, tetapi secara nasional, sudah banyak perubahan, seperti masalah makan, dulu kita makan cari sendiri," ujarnya.(bet)