Jumat, 13 Oktober 2017, 12:36
Harus Diawasi dengan Ketat

Ternyata Banyak PSK Asing Ditemukan di Panti Pijat di kawasan Nagoya dan Jodoh, Siapa Pelanggannya?

POSMETRO.CO: Pasca penangkapan jaringan prostitusi berkedok panti pijat di Tiger Massage, Batuampar, Komisi I DPRD Kota Batam meminta kepada Pemerintah Kota Batam, terutama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam bersama Satpol PP agar melakukan fungsi pengawasan terhadap panti pijat yang sudah dikeluarkan izinnya.

Muhammad Musofa, Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, mengatakan bahwa selama Komisi I DPRD Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (Sidak), selalu ada saja panti pijat yang kedapatan menawarkan pelayanan plus-plus. Tentunya, hal ini sudah melanggar izin yang dikeluarkan, dan tidak sejalan dengan cita-cita Batam sebagai Kota Madani.

Selama ini, Musofa sendiri mengakui bahwa masih banyak pengawasan (baik sidak maupun razia) yang selalu bocor informasi. Oleh karena itu, jika pengawasan dilakukan seminggu sekali, ia yakin para pelaku usaha prostitusi ini akan berpikir dua kali untuk menjalankan usaha ilegalnya.

"Ada juga, yang mempekerjakan orang asing. Rata-rata dipekerjakan jadi pemandu karaoke. Ini juga ada yang prostitusi," ungkapnya.

Oleh karena itu, pasca izin dikeluarkan dari di DPM-PTSP, Musofa meminta agar ada tindakan di lapangan, untuk pengawasannya. Di sana, bisa dilihat apakah betul pengaju izin melakukan sesuai tugasnya, atau tidak. Jika tidak, Musofa ingin agar izinnya dicabut.

"Jadi, tidak harus polisi dulu yang tahu. Kalau sudah ditangani kepolisian kan gak enak. Seperti pemerintah tak melakukan pengawasan," ujarnya.

Terakhir, Musofa juga akan menyampaikan  masalah ini dalam rapat internal, agar Komisi I bisa melakukan sidak. "Kita sudah lama memang tak sidak. Karena ini perlu, kita akan ajukan di rapat. Kita harus melakukan pengawasan agar tak terjadi kejadian serupa yang berulang-ulang," pungkasnya.(iik)