Jumat, 13 Oktober 2017, 13:51

Miris, Nenek Celupkan Muka Cucu di Minyak Panas

CIMAHI, POSMETRO.CO : Rachel Heriani (11) diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan neneknya sendiri. Wajah siswi Kelas 5 SD itu dibenamkan neneknya ke wajan berisi minyak panas sehingga menderita luka serius, Selasa (10/10). Kini, korban dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hampir seluruh wajahnya mengalami luka bakar terkena minyak panas.

Kusdian (42), ayah Rachel menuturkan, anaknya mengalami luka bakar diduga diceburkan ke dalam wajan berisi minyak panas oleh nenek tirinya pada Jumat (29/9) lalu di Kampung Celak Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kini, seluruh wajah Rachel harus dibalut perban.

Nenek tega melakukan perbuatan itu diduga marah karena korban tak mau disuruh menggoreng rengginang. "Yang tahu kejadiannya hanya anak saya dan neneknya. Tapi kata anak saya, dia disuruh goreng rengginang dia gak mau karena pusing. Mungkin neneknya marah, kepalanya dicelupin ke wajan berisi minyak panas," ujarnya.

Rachel lansung pingsan dan neneknya teriak minta tolong. Datanglah warga lalu dibawa ke RS Gununghalu dan diberi salep muka. "Saya nangis anak saya kok mukanya melepuh. Di situ saya sambil menangis dan dibawa ke RSHS Bandung," tuturnya.

Menurutnya, Rachel memang sudah setahun lebih tinggal bersama neneknya di Kampung Celak Gununghalu. Awalnya, korban enggan bicara soal perlakuan nenek. Kusdian pun menaruh curiga lantaran luka yang dialami anaknya tidak wajar. "Dia tidak mau bicara apa yang dilakukan neneknya itu, karena luka yang dialaminya tidak wajar," ujarnya.

Namun dia mencoba membujuk Rachel untuk bercerita. Dari hasil pembicaraannya, Rachel mengaku wajahnya sengaja dibenamkan nenek ke dalam wajan berisi minyak panas. "Tiga hari kemudian anak saya baru cerita dijorokin sama neneknya, dia takut karena diancam neneknya," tukasnya.

Sejak usia satu tahun, Rachel sudah diurus nenek karena ibu kandungnya bekerja jadi tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi. Sementara itu, saat dihubungi Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group), Kapolsek Gununghalu belum bisa memberikan keterangan terkait kasus yang menimpa Rachel.

Saksi yang pertama kali menolong Rachel, Linah (55), mengaku mendengar teriakan minta tolong yang berasal dari rumah Kosiah. Linah lalu berlari bersama ketua RT mencari asal suara tersebut.

"Saya mendengar suara anak minta tolong, kirain berasal dari anak-anak yang sedang bercanda. Tapi ternyata ada anak yang sedang tergeletak, saya langsung membawanya ke ruang tamu, tidak sempet bertanya karena Rachel langsung pingsan, saat saya membawanya, wajahnya sudah kelihatan hitam-hitam, belum bengkak," ucapnya.

Kejadian yang menimpa Rachel pada Jumat (29/9) lalu ini sudah dilaporkan pihak keluarga ke kepolisian pada Senin (9/10) malam, namun polisi belum menetapkan tersangka karena masih mencari bukti dan meminta keterangan saksi-saksi.

Kepala Desa Celak, Komarudin mengatakan, sehari-hari Rachel tinggal bersama neneknya di Gununghalu. Kosiah memang punya kebiasaan memukul kepala jika sedang marah kepada Rachel.

"Berdasarkan informasi yang saya peroleh, kalau sedang marah, Kosian memang suka seperti itu. Ditambah, anaknya juga kadang membandel, maklum tinggal sama nenek tiri," tuturnya.

Menurutnya, kemungkinan nenek Kosiah tidak sengaja melakukan tindakan tersebut, namun karena sudah jadi kebiasaan dan kebetulan di depannya terdapat kompor yang berisi minyak goreng panas, sehingga kejadian naas itu menimpa Rachel.(yuz/jpg/JPC)