Senin, 16 Oktober 2017, 17:02

Setiap Orangtua Wajib Wujudkan Anak Berkualitas

BATAM, POSMETRO.CO : Bagi setiap anak, pusat pendidikan  pertama adalah lingkungan keluarga.  Pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat. Maka itu setiap orangtua harus bisa menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Sehingga bisa melahirkan anak-anak yang berkualitas. 

Hal itu ditegaskan Gubernur Kepri DR H. Nurdin Basirun Sos,M.Si dalam membuka Seminar Sehari "Peran Aktif Orangtua Terhadap Pendidikan Anak" yang  diselenggarakan oleh Komite Sekolah Yayasan Islam Al Kahfi Batam, Sabtu (14/10) di Gedung Universitas Batam, Batam. 

"Keterlibatan orangtua dalam pendidikan berdampak positif bagi anak seumur hidup. Apalagi seorang ibu. Ibu adalah orang pertama yang melakukan pendidikan pada anak. Maka untuk bisa menciptakan anak berkualitas seorang ibu harus memulainya  dari  dalam kandungan. Anak adalah pilar utama pembangunan bangsa," pesan Nurdin.  

Hal yang paling penting dalam menciptakan anak berkualitas lanjut Nurdin adalah dengan memberikan anak pondasi agama yang kuat. Hanya pondasi agama yang bisa menjaga anak-anak dalam berinteraksi dalam masyarakat dan menghadapi arus teknologi. 

Nurdin mengaku sangat prihatin melihat perkembangan anak-anak zaman sekarang. Anak-anak lebih asyik dengan gadget mereka sehingga gampang terpengaruh dan anti sosial. 

Budaya-budaya luhur bangsa seperti gotong-royong, musyawarah, tepa selira, dan tolong-menolong semakin pudar. 

"Sesibuk apapun bapak ibu berkarir, pendidikan anak jangan diabaikan. Komunikasi dengan anak jangan putus. Karena hanya dengan itu bapak ibu bisa memantau perkembangan anak. Apa yang sedang terjadi pada anak. Ajarkan juga anak-anak kita dengan ideologi Pancasila sehingga mereka tidak terpengaruh dengan rayuan-rayuan paham-paham radikal,"

Nurdin juga mengajak para orangtua, tenaga pendidik dan masyarakat untuk  bersama mencetak anak-anak menjadi generasi penerus yang bisa memimpin di berbagai bidang,  ekonomi, pertahahanan, kesehatan, sosial, tekhnologi dan berbagai bidang lain. 

Wakapolda Kepri Brigjen.Pol.Didi Haryono, SH, MH juga menekankan untuk bersama menjaga anak-anak dalam berbagai pengaruh negatif, terutama pengaruh tekhnologi yang berada dalam gedget dan warnet. 

Pemakaian telepon genggam pada ada harus dibatasi dan diperiksa secara periodik, mulai dari foto-foto sampai pada aplikasi. 

Aktifitas anak juga harus dikontrol dengan membangun komunikasi aktif pada anak.

"Datangi anak kita kalau bapak ibu pulang kerja. Bangun komunikasi dengan anak. Bicarakan apa saja sehingga anak merasa diperhatikan
.Komunikasi yang kurang pada anak membuat anak merasa diabaikan sehingga mereka mencari cara lain dengan gadget dan lainnya," jelas Didi. 

Sementata itu Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Kahfi, Muhammad Rizal Cherry menyebutkan seminar sehari yang mereka laksanakan bertujuan untuk memberikan informasi lengkap kepada para orangtua dalam memperbaiki hubungan mereka dengan para anak di rumah. 

Tujuan lainnya juga memberikan pemahaman kepada orangtua bahwa tanggungjawab mendidik anak tidak hanya tugas sekolah tetapi juga menjadi tanggungjawab orangtua. Tanggungjawab orangtua tersebut bahkan mulai dari kandungan. 

Sekolah Pendidikan Islam Al Kahfi membantu orangtua memberikan pendidikan dengan landasan agama yang kuat sehingga bisa menjadi modal anak untuk menghadapi berbagai bentuk kemajuan zaman. 

" Kami di Al Kahfi memberikan landasan agama yang kuat sehingga anak-anak siap menghadapi persaingan global dan pesatnya kemajuan zaman. Hafalan Al-Quran dan Hadist, penguasaan bahasa Arab dan inggris menjadi pelajaran wajib bagi kami," tukas Muhammad Rizal. 

Sejak awal berdiri dulu, yang dimulai dengan sekolah Taman Kanak-kanak dengan murid hanya hitungan jari, setelah 11 tahun kemudian jumlah murid Al Kahfi telah mencapai  2.869 orang. Dengan tenaga pendidik  265 orang. (*)