Kamis, 19 Oktober 2017, 14:46

Lebih Dekat Dengan Sutan Zico

Pemain Muda Indonesia Tersubur di Asia

Nama Sutan Diego Armando Zico belakangan menjadi buah bibir usai tampil mengesankan bersama Timnas U-16 Indonesia. Zico, sapaan akrabnya, bahkan menjadi pemain muda tersebur di Asia.

Bakat pemuda kelahiran 7 April 2002 itu memang sudah tercium sejak kecil. Sang ayah, Oriyanto Jhosan yang juga pernah menjadi seorang pesepak bola merupakan sosok paling berjasa di karir Zico.

Oriyanto sudah mencium bakat hebat anaknya tersebut sejak masih berusia 2 tahun. Polesan dari sang ayah, soal arti sepak bola, kehidupan disiplin, serta ambisi membuat Zico kecil berkembang pesat sampai kini dikenal di seantero Tanah Air berkat aksinya bersama Garuda Asia.

JawaPos.com berkesempatan untuk menemui Zico di kediamannya, di Gunung Putri, Bogor. Dia bercerita banyak soal perjalanan karir, sampai jadi top scorerKualifikasi Piala Asia U-16 2018 dengan 10 golnya.

Penghargaan yang sudah diterima Zico sejauh ini.

Penghargaan yang sudah diterima Zico sejauh ini.(Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Berikut petikan wawancaranya:

Halo Zico, apa kabar?

Baik, Mas.

Bagaimana perasaan kemarin jadi pemain muda tersubur Asia?

Bangga sekali. Tapi menurut saya ini belum tercapai. Karena ini masih awal dan semoga bisa lebih baik ke depannya.

Memang, apa yang masih ingin kamu kejar?

Keinginan sesungguhnya saya bisa jadi pemain profesional. Target tahun depan, ingin jadi top scorer di Piala Asia U-16.

Awal mula kamu tertarik sepak bola bagaimana, sih? Ceritain dong..

Ayah kan pemain bola. Nah saya inget pas umur 5 tahun diajak ke lapangan main bola. Kok jadi tertarik saya. Saya lihat ayah main bola seperti ada sesuatu. Saya ingin seperti ayah, dan sekarang Alhamdulillah bisa.

Kemarin kamu sempat ke Jerman, ya? Dalam rangka apa?

Saya memang awalnya ikut Chelsea Soccer School di Singapura. Nah, awalnya masuk Chelsea itu lolos dari Indonesia kemudian ikut latihan di sana. Singkatnya, lalu saya terpilih wakili Singapura ke Munchen.

Lalu, pertama kali ketemu Coach Fakhri Husaini?

Iya jadi kan saya terpilih ikut Gothia Cup. Pulang dari Swedia, langsung dipanggil ke sana.

Kemarin kan sempat tak lolos, kata Coach Fakhri apa?

Kemarin katanya kan ada ribuan peserta seleksi. Coach Fakhri sempat tak panggil saya karena tak dapat data saya dari talent scout-nya. Tapi ketika tahu saya main di Gothia Cup, akhirnya dipanggil.

Nah, kamu kan pernah latihan di luar negeri. Ada perbedaan metode latihan?

Sama sih. Kalau di luar banyakan skill dan teknik mungkin. Alat penunjangnya sama semua. Cuma di sana kan biasanya sintetis. Kalau di Indonesia rumput, enakan rumput tapi.

Kalau idola Zico siapa sih?

Kalau Indonesia, Boaz Solossa. Kalau luar negeri Robert Lewandowski.

Klub impian?

Persipura sih kalau Indonesia. Karena menurut saya, itu tim paling bagus. Kalau di luar, Bayern Muenchen.

Lho, berarti kemarin saat ke Jerman seneng banget dong?

Wah, bener, Mas. Itu seperti cita-cita saya tercapai melihat mereka secara langsung.

Ketemu Lewandowsi di sana?

Sayangnya enggak. Cuma ketemu David Alaba saja, ya sharing soal main sepak bola profesional saja sih.

Sejauh ini, suka duka Zico jadi pemain sepak bola apa?

Sukanya bisa membahagiakan orang tua. Sedihnya, kadang enggak enak sama ayah. Karena ayah kerja jadi sering cuti. Akhirnya saya jadi merepotkan.

Dalam karir, pernah jatuh di titik terendah?

Pernah, pas kemarin enggak dipanggil ke timnas sih. Saya frustrasi, karena kan teman-teman dari Chelsea lolos tiga orang. Sempat sedih karena impian saya kan masuk timnas. Tapi Alhamdulillah, ada jalan lain dan saya bisa buktikan.

Ada pro-kontra enggak, sejauh ini?

Enggak ada sih. Kalau kata Ayah, terserah Zico saja maunya apa. Dari awal saya maunya sepak bola, Alhamdulillah semuanya mendukung.

Kalau disuruh pilih sekolah atau sepak bola?

Harus jalan dua-duanya. Tapi kalau disuruh salah satunya, saya mau sepak bola.

Terus sekolah bagaimana?

Alhamdulillah sekolah saya beri keringanan. Mereka mendukung walau saya sempat izin lama.

Oke Zico, terima kasih banyak ceritanya, semoga sukses!

Amin. Terima kasih, JawaPos.com.

(ies/ce1/JPC)