Rabu, 25 Oktober 2017, 13:01

Terbang Bersama Citilink, Harga Ramah Pelayanan Mewah di Masa Susah

BATAM, POSMETRO.CO : Pandangan Samsul fokus pada gawai di tangannya. Ujung jarinya terus menggeser naik turun tampilan pada layar ponsel cerdas berukuran 5 inci itu. "Cari tiket murah, bro," ujarnya sambil tersenyum. 

Di aplikasi penjualan tiket pesawat online itu sudah terpampang jelas daftar harga tiket penerbangan dari Batam ke Jakarta yang diinginkannya. Ia banding-bandingkan tarif beberapa maskapai. "Sip. Citilink," ujarnya mantap. "Lagi promo, dari Rp 532.500 jadi Rp 517.500." 

Harga tiket pesawat yang lain sama, Rp 532.500. Selisihnya cuma Rp 15 ribu. "Ya Citilinklah. Jarang delay," sanggahnya. "Apalagi lebih murah. Seandainya sama, mungkin tetap citilink."

Tarif yang ditemukan Samsul itu untuk keberangkatannya pada 4 November nanti ke Jakarta. Ia menyebut ada keperluan untuk bertemu seorang teman membicarakan urusan kerja. "Ada bisnis kecil-kecilan," katanya. 

Samsul adalah salah satu contoh prilaku konsumen yang sudah sangat diperhitungkan oleh manajemen maskapai, seperti Citilink. "Kalau berangkat sendiri, kadang harga tidak jadi masalah. Tapi kalau sekeluarga, selisih Rp 50 ribu saja, bisa jadi perhitungan," ujar Area Manager Citilink Sumatera-Kalimantan, R Hendra Jayasubakti. "Selisihnya bisa untuk transport lainnya, makan."

Tapi dijelaskan Hendra, Citilink tidaklah selalu menjadi tarif murah sebagai salah satu upaya untuk menarik konsumen. "Kami tetap menggunakan standar sesuai aturan. Yang kami utamakan tetap pelayanan," jelasnya.

Citilink menurut Hendra tetap harus mempertahankan target pasarnya kelas menengah ke atas. Mungkin bisa diistilahkan, Harga lebih ramah, dengan pelayanan mewah. 

Menurut Hendra, prilaku konsumen memang harus menjadi perhitungan dalam dunia bisnis transportasi udara. "Mereka tak peduli soal harga yang murah, tapi berharap pelayanan yang maksimal," ujarnya. 

Apalagi di tengah melemahnya perekonomian saat ini, terutama Batam. Hendara menyebut, bisnis penerbangan tak luput terkena imbas krisis yang terjadi saat ini. Merosotnya sektor industri di Batam sangat berefek terhadap penerbangan. "Menurun dua tahun belakangan ini. Sekitar 80 persen. Tapi ini masih tercover," Hendra menjelaskan.

Hendra menjelaskan, tingginya permintaan konsumen jika sebuah daerah itu menjadi daerah industri. "Sektor industri ini yang sangat menjanjikan. Tapi saat ini industri di Batam kan tidak lagi jadi harapan," tuturnya. "Kunjungan ke Batam, mungkin saat ini hanya kunjungan keluarga," Hendra menganalisa.

Namun, Citilink pun tidak hanya pasrah dengan kondisi sektor industri yang semakin menurut di Batam. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kepri, rute penerbangan Citilink pun semakin banyak. Saat ini, kota yang menajdi rute dari Batam meliputi: Padang, Palembang, Pekanbaru, Kualanamu, Jakarta, Surabaya, Tanjung Pandan, Lombok Praya, Balikpapan, Bengkulu, Denpasar Bali, Banjarmasin, dan Ujung Pandang. 

Memang diakui tujuan yang dengan permintaan yang padat di area, Pekanbaru, Jakarta, Medan, Padang dan juga Surabaya. "Kita komitmen tetap menjaga pelayanan dengan baik," Hendra menegaskan.

Memang saat ini tak hanya penurunan jumlah penumpang yang menjadi efek dari menurunya perekonomian. Era digital ini menurut Hendra juga berpengaruh pada mitra-mitra Citilink seperti agen-agen penjualan tiket. "Ya memang harus mengikuti perkembangan. Prilaku konsumen juga sekarang berubah dalam pembelian tiket. Tak lagi harus datang ke konter, tapi cukup dengan smartphone," ujarnya. 

Tentu Citilink pun tidak tinggal diam. Dengan era digitalisasi ini, Citilink juga menyediakan penjualan tiket secara online bagi agen-agennya. Upaya ini dilakukan juga tidak hanya sekedar berharap berkembangnya bisnis penerbangan Citilink saja, tapi juga membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(sya)