Kamis, 26 Oktober 2017, 15:08

Beladiri Campuran Semakin Digemari

80 Persen Tiket Sudah Terjual

BATAM, POSMETRO.CO : Tubuhnya kekar. Pahatan otot terlihat sempurna. Perut yang rata juga memperlihatkan enam kotak tersembuyi di balik kulit. Otot perut samping yang kuat mempertegas bentuk garis pinggang.

Tiga sesi latihan, Rabu (25/10), sudah selesai dilakukan. Jam digital di Dojo Batam Fighter Club (BFC) menunjukan tepat pukul 21.00 WIB. "Cukup untuk hari ini," sebut Wilson. Pria ini salah satu atlet yang disiapkan BFC dalam Kejuaran Mixed Martial Arts (MMA) The Rising Of Scorpion Warrior.

Lelah? Tentu saja. Tapi, pria berbobot 56 Kilogram ini terlihat puas. Wajahnya cerah. Usai latihan, dia lekas mengambil hape pintarnya. Seseorang dia hubungi lewat video call.

"Hai.., Abang dah selesai latihan neh!" sapanya sambil melambaikan tangan ke monitor hapenya. Di layar hape, terlihat seorang wanita menjawab sapaan dan candaan Wilson.

Malam itu, Wilson langsung menyapa kekasihnya usai latihan. Sekadar bercengkerama. "Sekaligus untuk memotivasi," kata Wilson pada POSMETRO.
Wilson, bukanlah satu-satunya petarung yang dibina BFC. Fighter lainnya juga disiapkan dengan kelas berbeda. Ada Ilham Laode, yang disiapkan melawan petarung Malaysia, M Syamil. Enam petarung BFC lainnya, Ari, Wayan, Willy, Atis, Mardianto dan Hadi juga sudah siap untuk bertarung. Mereka dikarantina di camp BFC. Latihan tiga sesi dalam sehari. Pagi latihan stamina dan fisik. Lalu, berlanjut sore hari untuk mengasah ketajaman pertarungan atas bersama Atet sebagai pelatih. Hasilnya, teknik pukulan dan tendangan atlet binaan BFC sudah sangat mumpuni. Malam harinya, latihan sesi ground fighting dengan pelatih jujitsu, Oji.

"Secara teknik dan mental, kami sudah siap. Kami akan bertarung dengan teknik terbaik," sebut Hadi, petarung di kelas 70 Kilogram. 
Terpisah, Pelatih Indonesia Spider Jujitsu, Kenzo menyebut, fighter binaannya sudah siap untuk bertarung. Dua hari menjelang bertanding, atlet hanya melakukan latihan ringan. "Menjaga kondisi badan fighter agar prima saat bertanding," kata Kenzo.

Kenzo berharap, event ini menjadi salah satu hiburan di akhir pekan bagi Masyarakat Kepri, khusus Batam. "Dan, bisa menjalin hubungan baik antar pecinta beladiri," katanya.

Kejuaraan beladiri campuran menuju One Pride MMA ini diikuti oleh fighter terbaik di Kepulauan Riau. Mereka terasah lewat latihan di berbagai dojo, sasana, klub dan perguruan beladiri. Semisal, petarung dari Indonesia Spider Jujitsu. Ada juga klub lainnya, seperti Tabasi Batam, HM Muay Thai Batam, OMAH Batam, Puma Karimun dan WTFC Tanjungpinang.

Selain menyuguhkan partai antara petarung terbaik Kepri, partai puncak dalam event tersebut akan mempertemukan salah satu petarung terbaik Indonesia, Vincnet Madjid melawan petarung asal Malaysia Shafiq Marican. Kedua petarung ini akan memperebutkan sabuk Kapolda Kepri dan Gubernur Kepri. Total semua pertarungan ada 12 partai.

Jakop Sutjipto, Ketua Panitia menyebut, pertandingan akan dimulai tepat pukul 15.00 WIB, Sabtu (28/10) di roof top Kepri Mall. Para penonton yang sudah membeli tiket, diharapkan Jakop bisa menyaksikan semua pertandingan. "Tiket sudah terjual 80 persen," ujar Jakop. Artinya, bagi pecinta beladiri campuran yang belum mendapatkan tiket masuk, masih ada kesempatan untuk membelinya di lokasi acara.

Jakop mengaku bangga, antusias masyarakat sangat tinggi untuk menonton pertarungan MMA ini. "Kedepannya, kami akan rutin menggelar acara serupa," ujarnya.(chi)