Jumat, 27 Oktober 2017, 14:41

Citra Aerolink, Kawasan Strategis Pergudangan dan Industri

BATAM, POSMETRO.CO : PT Citra Mas Group dan  PT Ciputra Group membangun kawasan pergudangan dan industri Citra Aerolink di lahan seluas 20, 6 hektar dengan total investsi sebesar Rp 1,3 triliun di Kabil, Nongsa, Batam. "Tahap awal yang di kembangkan seluas 5 hektar, pemasaran sejak awal tahun 2017 dan serah terima Mei 2018," ujar Komisaris Kabil Industrial Estate, Kris Wiluan saat Project Commencement Citra Aerolink Batam di Kawasan Kabil Industrial Estate Batam, Kamis (26/10). 

Dikatakan Kris, sampai saat ini Citra Aerolink sudah terjual 50 persen yang mayoritas pembeli dari perusahaan lokal (Indonesia). Dipaparkan Kris, gudang yang di bangun di Citra Aerolink Batam saat ini memiliki 3 pilihan ukuran. "Tipe bronze dengan luas 300 m, tipe silver luas 360 m2 dan tipe platinim dengan luas 504m2 dengan harga mupai Rp 3,1 miliar hingga Rp 5 miliar yang masing masing bangunanya 2 lantai," terangnya.

Salah satu keunikan utama dari proyek Citra Aerolink adalah penerapan konsep eco culture yang dapat dilihat dari penerapan konsep green bulding. Konsep green building diterapkan pada pencahayaan skylight untuk area kerja dan juga sistem ventilasi silang  untuk menjamin sirkulasi yang baik.

"Ada 12 keunggulan seperti, lokasi, sekuriti, kemudahan investasi, suplai listrik langsung ke PLN, fiber optik untuk internet, untuk air kita ada dua pasokan dari ATB dan WT, ekologi konsep, jaminan kualitas, jaminan servis, fleksibilitas pengembangan, detil dari bangunan dan traffic managemen" terang Kris. 

"Tempatnya strategis, dekat dengan pengembangan kawasan MRO (maintenace, repairing and over houl operation) pesawat terbang Bandara Hang Nadim juga dekat dengan Nongsa Digital Park," ungkapnya.

Presiden Direktur PT Ciputra Residance, Budiarsa mengaku optimis pengembangan  bisnis Citra Aerolink seiring dengan mulai stabilnya perekonomian Indonesia. "Secara natural, Batam memiliki potensi yang luar biasa, dan jika tiga pilar ekonomi (manufakture, oil gas dan perkapalan) ini kembali berkembang, kami optimis pertumbuhan ekonomi Batam bisa lebih kencang," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang hadir dalam acara tersebut mengajak dunia usaha untuk tidak pasrah pada kondisi yang ada saat ini. Ekonomi yang melambat bukan halangan untuk mencari terobosan dan inovasi baru sehingga ekonomi Batam dan Kepri kembali meningkat.

“Kami akan mendukung sepenuhnya sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada di pemerintah. Kita ingin investasi lancar dan dunia usaha berjalan semakin baik,” kata Nurdin.(abg/***)