Jumat, 27 Oktober 2017, 15:41

Data Capaian Dinilai Kurang Akurat, Dewan Tanjungpinang Bentuk Pansus

PINANG, POSMETRO.CO : Capaian kinerja masa kepemimpinan Lis-Syahrul tidak hanya diapresiasi oleh Pemerintah Pusat melalui berbagai penghargaan.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ade Angga juga mengapresiasi, namun dewan akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk melihat capaian secara menyeluruh yang sesuai, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun terakhir.

"Selama 5 tahun terakhir ini, pak wali kota dan pak wakil wali kota telah bekerja keras, kita sebagai pribadi dan DPRD mengucapkan apresiasi yang tinggi atas capaian mereka berdua," kata Ade belum lama ini.

Menurut Ade, Lis dan Syahrul telah bekerja keras untuk membuat Tanjungpinang seperti berkembang sekarang ini.

Akan tetapi, Ade juga mengingatkan kepada Pemko Tanjungpinang agar tidak terlena dan terus melakukan upaya kreatif guna tercapainya RPJMD yang telah disahkan secara bersama-sama dengan DPRD Kota Tanjungpinang.

"Untuk penilaian RPJMD, kita akan bentuk pansus, kalau sekarang belum bisa menilai, dan beberapa data yang disampaikan pak Lis, kita apresiasi tetapi perlu dievaluasi kembali akurasi data capaian tersebut," tuturnya.

Data yang dianggap kurang akurat, menurut Ade adalah data anak putus sekolah yang dalam laporan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah pada HUT Kota Otonom Tanjungpinang ke 16 bahwa di Tanjungpinang tidak ada satu orang anak yang putus sekolah. Sebab, ia memastikan bahwa saat ini masih ada beberapa anak yang putus sekolah di Kota Tanjungpinang.

"Kita jujur saja kalau membangun daerah ini. Saya kan turun ke sekolah-sekolah, bahkan saya bisa menunjuk rumah anak yang putus sekolah itu, tetapi laporan itu kan 0 persen, saya kira laporan itu harus di evaluasi," tegasnya.

Kendati demikian, kondisi lain, menurut Ade, dimana pemerintah mengalami defisit yang luar biasa dan ekonomi Tanjungpinang juga menurun, sangat berimbas kepada masyarakat.

Tanpa disadari, dengan banyaknya lulusan-lulusan baru baik itu dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), mahasiswa serta anak-anak yang putus sekolah, Tanjungpinang saat ini memproduksi pengangguran.

"Tanpa langkah kreatif, kedepan akan semakin dahsyat, karena tidak ada lapangan kerja dan otomatis banyak pengangguran. Makanya, kedepan perlu langkah yang kreatif lagi guna mengantisipasi hal itu," ujarnya.

Langkah yang paling tepat menurut Ade adalah meningkatkan para wira usaha muda untuk membangun kemandirian dan jiwa usaha bagi mereka. Selain itu, bantuan untuk masyarakat miskin tidak lagi yang bersifat membantu, tapi memberdayakan, sehingga bantuan itu berkesinambungan.

"Sebagai contoh, kita berikan pelatihan, setelah dilatih berikan modal dan peralatan, jadi usaha itu jelas arahnya," ucapnya.

Terkait hal itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menegaskan, bahwa data itu merupakan data ril yang dihimpun oleh Pemko Tanjungpinang. Menurutnya, jika ada anak putus sekolah di Kota Tanjungpinang berarti anak itu merupakan warga yang baru pindah ke Tanjungpinang yang belum terdaftar sebagai warga Kota Tanjungpinang.

"Dia melihat ada anak putus sekolah, tapi lihat dong anak itu dulunya sekolah dimana, kadang dari Anambas yang berhenti sekolah lalu pindah ke Tanjungpinang, yang ini tidak masik hitungan," tuturnya.

Lis menuturkan, didalam sistem pemerintahan, data kependudukan yang bisa dipakai sebagai acuan minimal diperoleh dari dua tahun sebelumnya. Artinya, data 0 persen anak putus sekolah di Kota Tanjungpinang itu berdasarkan data tahun 2015 lalu. Bahkam, Badan Pusat Statistik pun masih menggunakan data tahun 2015 tersebut.

"Jadi begini, orang yang pindah ke Tanjungpinang itu tidak semuanya langsung punya KTP. Jadi, data itu bukan berarti kita tidak update," ungkapnya.

Dalam laporan Lis beberapa waktu lalu, periode 5 tahun terakhir pembangunan Tanjungpinang telah berada pada jalur yang tepat dan benar. Kinerja ekonomi Tanjungpinang, masih berada dalam jalur perkembangan positif. Selama periode 2013-2018 tumbuh rata-rata 6,35 persen. 

Namun ditengah perlambatan perekonomian global maupun nasional saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang juga mengalami perlambatan, dimana pada tahun 2016 terjadi perlambatan 5,08 persen yang pada tahun sebelumnya mencapai 5,99 persen. Meski demikian pertumbuhan tersebut tetap berada diatas pertumbuhan ekonomi Kepri yaitu 5,03 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,02 persen.

"Untuk PDRB perkapita Kota Tanjungpinang atas dasar harga berlaku pada tahun 2016 telah mencapai Rp84,76 juta, mengalami peningkatan rata-rata Rp6,3 juta per tahun selama lima tahun terakhir," kata Lis.

Data pengentasan kemiskinan, persentase penduduk miskin secara makro di Kota Tanjungpinang menunjukkan angka penurunan. Pada 2013 persentase penduduk miskin 10,40 persen menurun menjadi 9,34 persen pada 2016. Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama 5 tahun mengalami peningkatan, tahun 2012 nilai IPM sebesar 75,91 menjadi 77,77 di tahun 2016. 

Capaian ini telah melampaui IPM Provinsi Kepri sebesar 73,99 dan IPM Nasional 70,18. Ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tanjungpinang telah meningkat dengan baik dalam 5 tahun terakhir.

"Semua ini, bisa kita capai berkat kerja keras seluruh aparatur dan seluruh masyarakat Tanjungpinang. Meski berbagai hambatan dan keterbatasan yang harus kita hadapi, dengan dedikasi saudara-saudara semua, saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya," tuturnya.

Tak hanya itu, sejumlah titik banjir juga menjadi perhatian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang pilihan pada 2013 lalu. Dimana penanganan titik banjir dari 2013 sampai dengan 2015 telah ditangani 65 titik banjir. Sedangkan 2017 ini sedang dilakukan normalisasi 6 titik banjir, sehingga dari 62 titik banjir yang ada pada kondisi awal tahun 2013, sudah dapat diselesaikan sebesar 84,12 persen.

"Pemko Tanjungpinang tidak akan pernah berhenti meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana perbaikan drainase agar titik banjir berkurang," pungkasnya.(bet)