Jumat, 27 Oktober 2017, 22:33

Ternyata Ada Lho Efek Positif Kurang Tidur

Bukan rahasia lagi bahwa kurang tidur memiliki efek yang negatif.

Tidak hanya kekurangan bisa membuat Anda merasa kesal dan pelupa, tapi juga bisa menyebabkan obesitas, diabetes dan penyakit jantung.

Tapi ilmu pengetahuan mengatakan ada satu sisi plus dari kurang kurang tidur, yakni bisa menjadi antidepresan yang bermanfaat.

Sebuah analisis meta baru mengklaim bahwa kurang tidur sebenarnya bisa memberi dorongan mood bagi orang-orang tertentu.

Setelah meninjau lebih dari 60 studi tentang kurang tidur, para periset di University of Pennsylvania menyimpulkan bahwa dalam pengaturan terkontrol, kurang tidur ternyata secara radikal bisa mengurangi gejala depresi.

Untuk analisis mereka, para periset mengelompokkan penelitian dengan dua jenis kurang tidur.

Secara parsial, di mana pasien tidur selama tiga sampai empat jam dan tetap terjaga selama 20 sampai 21 jam dan kekurangan tidur total, di mana pasien tetap terjaga selama 36 jam berturut-turut.

Hasilnya, yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatry, menemukan bahwa kedua perawatan sama efektifnya dalam mengurangi depresi.

Terlebih lagi, banyak gejala pasien meningkat hanya dalam waktu 24 jam.

"Studi ini dalam analisis kami menunjukkan bahwa kurang tidur efektif untuk banyak populasi," kata pemimpin peneliti, Elaine Boland, PhD, seperti dilansir laman AOL (25/10).

"Terlepas dari bagaimana respons diukur, bagaimana kekurangan tidur telah disampaikan atau jenis depresi yang dialami subjek, kami menemukan tingkat respons yang hampir sama," imbuh Boland.

Tapi tetap saja jangan mulai main-main dengan jadwal tidur.

"Periset mengatakan lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk mengetahui seberapa efektif pengobatan ini dan bagaimana memastikan hasil terbaik," menurut peneliti senior, Philip Gehrman.

Dan banyak penelitian mengatakan bahwa kurang tidur justru bisa menyebabkan depresi juga.(fny/jpnn)