Selasa, 31 Oktober 2017, 13:10

"Kita Tak Mau Natuna dan Anambas Seperti Sepadan dan Ligitan"

Natuna dan Anambas Rawan Dicaplok Negara Luar

NATUNA, POSMETRO.CO : Bupati Natuna, Hamid Rizal menegaskan, jika Natuna dan Anambas rawan dicaplok oleh negara lain.

"Kalau dilihat letak geografis, Natuna dan Anambas jauh dari ibu kota negara, ibu kota provinsi juga berada di daerah perbatasan dan terluar juga akan sumberdaya alam. Maka dari itu saya simpulkan jika Natuna dan Anambas merupakan daerah yang paling rawan dicaplok oleh negara lain," ungkap Bupati Natuna Hamid Rizal dalam rapat Forum Group Discussion Penyusunan Kajian Pengembangan Wilayah kabupaten Natuna bersama utusan Pemerintah kabupaten Anambas dan tenaga ahli IPDN Jatinangor Bandung di gedung Sri Serindit jalan Yos Sudarso, Ranai, Selasa (31/10/2017).

Dengan demikian kata Hamid Rizal, sudah selayaknya Natuna dan Anambas menjadi sebuah provinsi  atau daerah otonomi khusus untuk maju dan berkembang seperti daerah lainnya di Indonesia.

"Sudah 18 tahun kabupaten Natuna dan Anambas terbentuk namun hingga kini daerah ini masih jauh dari maju, pembangunannya belum merata, pertumbuhan ekonomis masih lambat, masyarakat nya masih miskin. Maka dari itu perlu pergerakan dan peningkatan kesetaraan dengan daerah lain, salah satunya diberi kewenangan khusus atau pemberian otonomi khusus oleh pemerintah pusat," sebut Hamid Rizal.

Berkaca dari Pulau Sepadan dan Ligitan tambah Bupati lepas ke negara Malaysia disebabkan kurang perhatian oleh pemerintah pusat.

"Kita tak mau Natuna dan Anambas seperti pulau Sepadan dan Ligitan. Tak dipungkiri Natuna ini daerah yang diincar oleh negara lain. Sekarang saja Tiongkok dan Vietnam sekarang sudah berani masuk wilayah NKRI dengan menurunkan kapal coasguadr dilautan Natuna. Natuna dan Anambas ini daerah kaya akan sumberdaya alam nya. Sebagai contoh sebagian besar pendapatan nasional bersumber dari dua wilayah ini," kata Bupati.(maz)