Selasa, 31 Oktober 2017, 18:28

2018 Pembatasan Penjualan Rokok Elektrik Diatur di Peraturan Menteri Perdagangan

JAKARTA, POSMETRO.CO : Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita agar membatasi perdagangan rokok elektrik. Hal itu dilakukan karena rokok elektrik dianggap sangat membahayakan kesehatan.

Apalagi, peredaran rokok elektrik juga sudah cukup luas. Jika tak dihentikan, dikhawatirkan akan semakin banyak masyarakat yang mengalami gangguan kesehatannya.

"Saya sudah pesan ke Mendag, tolong dong itu merusak kesehatan malah dihisap langsung. Ini merusak. Sudah saya bilang ke Mendag," ujarnya di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (31/10).

Lanjutnya, payung hukum pembatasan penjualan rokok elektrik akan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Ditargetkan, beleid itu akan selesai 2018 mendatang.

"Iya mau diatur di Permendag. Insha Allah (tahun depan), ya," tuturnya.

Dia menambahkan, pembahasan saat ini rokok elektrik hanya akan dibatasi. Meski demikian, opsi untuk melarang penjualan rokok elektrik masih bisa tejadi.

"Oh, saya mengharapkan sekali (dibatasi). Nah, ini nggak tahu mau dilarang atau dibatasi," pungkasnya. (cr4/ce1/JPC)