Rabu, 01 November 2017, 23:25
Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Wakil Ketua DPR RI Dukung Pembentukan TGPF

JAKARTA, POSMETRO.CO : Saat ini Polri belum mampu mengungkap pelaku penyiraman cairan kimia terhadap Penyidik senior KPK Novel Baswedan. Padahal sudah 200 hari lebih kasus ini telah terjadi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan mengaku mendukung ‎pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus tersebut. Namun kata dia, harus sesuai dengan aturan yang ada. 

''Apapun mekanismenya ya silakan. Asalkan sesuai dengan prosedural dan mekanisme hukum," ujar Taufik saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/11).

Novel Baswedan

Penyidik KPK Novel Baswedan (Jawapos.com)

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, dukungan terhadap TGPF ini lantaran publik menginginkan kasus ini segera selesai. Karena diketahui ada titik terang di mana sketsa pelaku sudah ada.

"‎Jadi nantinya pengungkapan itu kan bisa lewat TGPF," katanya.

Namun demikian, kata Taufik, Novel juga harus berani membeberakan siapa nama jenderal di balik penyerangan itu. Aparat penegak hukum juga jangan tebang pilih apabila nama jenderal itu telah diungkap oleh Novel.

“Harus dibeberkan. Sebab mau jenderal atau kopral sama saja. Di mata hukum semua sama," ungkapnya.

‎Sebelumnya, mantan Ketua Abraham Samad dan sejumlah aktivis anti-korupsi mendatangi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (31/10) kemarin. 

Samad mengatakan, kedatangannya untuk mendorong Pimpinan KPK agar membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Samad juga menilai, pembentukan TPGF perlu dilakukan untuk mengungkap kasus Novel. ‎Pasalnya, setelah lebih dari 200 hari, pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku penyerangan.

Sekadar informasi, Novel Baswedan disiram cairan kimia oleh orang tak dikenal seusai menjalankan salat Subuh di masjid dekat kediamannya, pada 11 April 2017 lalu.

(cr2/JPC)