Sabtu, 04 November 2017, 11:12

Wali Kota Rudi Akui Kesulitan Kontrol Biaya Perawatan Aset

BATAM, POSMETRO.CO : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengakui bahwa pihaknya masih kesulitan mengontrol biaya yang keluar untuk pemeliharaan aset milik Pemko Batam. Oleh karena itu, secara bertahap, ia akan mencoba memperkecil ruang lingkup pembiayaan yang keluar, agar tidak terjadi kebocoran di kemudian hari.

Dijelaskan Rudi, jika memang statemen Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengelolaan Barang Milik Daerah- mengenai adanya aset lama yang masih dibiayai pemeliharaannya, maka Rudi akan mengecek kebenarannya.

"Masih ada ya? Mungkin di pulau. Cek aja. Saat ini kita memang gak bisa kontrol," kata Rudi, Sabtu (4/11).

Rudi berniat, biaya pemeliharaan aset yang saat ini masih di tangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelan-pelan dijadikan satu dan dibuat badannya sendiri. Hal ini, bukan tak mungkin dilakukan, karena melihat contoh sebelumnya yang saat ini sudah berjalan.

"Contohnya Alat Tulis Kerja. Dulu ada di OPD. Sekarang jadi satu. Perjalanan Dinas juga dijadikan satu, kecuali di sebrang (DPRD)," katanya.

Mengenai masalah kendaraan lama yang banyak menelan biaya pemeliharaan, Rudi juga berniat ingin membuka bengkel kendaraan khusus untuk aset pemerintah. Jadi, setiap ada pemeliharaan, aset wajib masuk di workshop tersebut, dan bisa menekan pembiayaan.(iik)