Senin, 06 November 2017, 09:41

Parah, Gara-gara Ini Guru Hajar Murid Hingga Masuk Rumah Sakit

JAKARTA, POSMETRO.CO : KPAI mengutuk keras terjadinya aksi guru aniaya siswa SMP di Pangkalpinang, Bangka Belitung.  Oknum guru bernama Ma’in menampar dan membenturkan kepala siswa ke tembok hingga pingsan dan masuk rumah sakit.

Kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah ini dipicu hal sepele. Pelaku marah gara-gara ditegur korban dengan menyebutkan nama guru tanpa memanggail ‘Pak’. Korban dianggap kurang ajar hingga dianiaya oleh pelaku.

Siswa SMP berinisial RHP kini terbujur lemah di IGD RSUD Kota Pangkalpinang setelah menjadi korban pemukulan guru tersebut.

“Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekedar ditampar, tetapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, korban mengalami sakit di kepala,” ujar Retno Listyarti, komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Senin (6/11/2017).

Lanjut Retno, aelain sadis, oknum guru ini pun melakukan aksi kekerasannya di hadapan siswa yang lain dan bahkan sempat upaya dilerai oleh siswa yang lain, tetapi sang guru malah makin meningkatkan aksinya kekerasannya, bahkan terjadi juga pelemparan kursi.

“Guru semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi. Yang bersangkutan harus dievaluasi secara kepegawaian oleh dinas terkait apakah masih patut menjadi guru,” tegas Retno.

Konologi Guru Benturkan Tampar dan Benturkan Kepala Siswa ke Tembok

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun serta kesaksian sejumlah sahabat korban, aksi pemukulan yang dilakukan oleh oknum guru yang mengajar mata pelajaran matematika ini, bermula ketika korban dengan sengaja mengejek guru tersebut.

Korban memanggil nama guru tanpa menggunakan sapaan ‘Pak’ saat melewati kelas lain yang sedang diajar oleh guru pelaku. Sebelumnya, pelaku mengajar korban dengan mata pelajaran olahraga di lapangan.

Keisengan korban tersebut kemudian berbuah penganiayaan karena guru pelaku kemudian mencari siapa murid yang manggil namanya. Lalu korban mengaku dia yang memanggil. Saat itu juga pelaku menampar dan membenturkan kepala siswanya ke dinding.

Korban sempat dibawa ke kantor kepala sekolah, dan pihak keluarga kemudian membawa korban ke Puskesmas Air Itam dan mendapatkan oksigen. Namun karena korban merasakan pusing terus, maka keluarga kemudian membawa ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lantaran sempat pingsan setelah terkena pukulan.

Akibat penganiayaan tersebut, korban di rawat RSUD Depati Hamzah. Pihak keluarga tidak terima atas penganiayaan ini dan kemungkinan akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

KPAI Temui Mendikbud, Laporkan Kasus Kekerasan Siswa

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, pihaknya akan mendindaklanjuti kasus kekerasan siswa yang dilakukan oknum guru di sekolah.

Pertama, KPAI hari ini akan melakukan pengawasan langsung dengan menemui Mendikbud RI dan jajarannya di Kantor Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan pada Senin, 6 November 2017, sekitar pukul 11.15 WIB.

Pertemuan dengan jajaran pejabat Kemdikbud sangat mendesak karena dalam 4 bulan terakhir, bidang pendidikan KPAI banyak menerima pengaduan terkait kasus kekerasan di pendidikan.

Bahkan penanganan kasus kekerasan di sekolah mencapai angka 34% dari total kasus yang diterima terhitung sejak pertengan Juli- awal November 2017.

Adapun wilayah kejadian meliputi DKI Jakarta, Sukabumi, Indramayu, Bekasi, Bangka Belitung, Kota Medan, Padangsidempuan, Muaro Jambi, Lombok Barat, Aceh, dan lain-lain.

“Pertemuan dengan jajaran Mendikbud penting dilakukan untuk melakukan koordinasi secara penanganan kepegawaian bagi guru pelaku. Selain itu, koordinasi dengan Dinas Pendidikan daerah juga penting dilakukan terkait evaluasi Sekolah Ramah Anak (SRA),” imbuh Retno.

Kedua, KPAI akan berkoordinasi dengan Kementerian PPPA, Dinas PPA (Perempuan dan Perlindungan Anak) dan P2TP2A Pangkal Pinang untuk membantu pemulihan trauma healing bagi ananda korban secara psikologis.

Ketiga, jika diperlukan pendampingan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), apabila keluarga membawa kasus ini ke jalur hukum maka KPAI juga siap berkoordinasi dengan LPSK.(One/pojoksatu)