Selasa, 07 November 2017, 11:53

Takut Razia, Dikejar Polisi, Lalu Meninggal

BULUKUMBA, POSMETRO.CO : Operasi zebra 2017 yang digelar aparat Polres Bulukumba berujung duka. Seorang pengendara diburu oleh oknum polisi lalu lintas (polantas) karena diduga melanggar aturan lalu lintas. Tidak sampai di situ, pengendara yang diketahui Zainal Abidin dipukul dengan alat komunikasi jenis HT. Keesokan harinya, korban muntah-muntah hingga meninggal dunia.

Zainal Abidin yang merupakan putra dari Dahlia, warga Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujungloe, Bulukumba, Sulsel, sudah dikebumikan, kemarin (6/11).

Zainal diduga jadi korban kekerasan oknum petugas kepolisian saat ada Operasi Zebra di Jalan Dato Tiro, Lingkungan Tabbuttu, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Sulsel, Sabtu (4/11). Rupanya, korban yang saat itu hendak pergi ke Kota Bulukumba mengendarai sepeda motor bersama seorang rekannya takut terjaring razia.

Operasi Zebra 2017, Operasi Zebra Makan korban

Jenazah Zainal Abidin, warga Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujungloe, Bulukumba yang tewas akibat Operasi Zebra, dibawa ke Tamalatea, Jeneponto, untuk dimakamkan, Senin (6/11).(RAKHMAT FAJAR/RADAR SELATAN)

Zainal yang panik langsung memutar arah. Namun, seorang oknum polantas mengejarnya. "Waktu mau lari, anak saya dihantam HT di kepala bagian belakang," ungkap Dahlia.

Pasca kejadian tersebut, lanjut Dahlia, Zainal langsung muntah beberapa kali. Saat dilarikan ke Puskesmas Ujungloe, petugas medis langsung merujuk Zainal ke RSUD Sulthan Dg Radja. Namun, karena koma, korban akhirnya dirujuk ke RSU Faisal Makassar.

"Dia tidak sadarkan diri karena mungkin dihantam benda keras," bebernya. Selang sehari kemudian, Zainal menutup mata untuk selama-lamanya.

Jenazah Zainal dikebumikan kemarin (6/11). Kasatlantas Polres Bulukumba AKP Muhammadi Muhtari ikut mengantarkan almarhum ke lokasi pemakaman di Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Turut hadir Kapolres Bulukumba AKBP M. Anggi Naulifar Siregar serta beberapa pejabat Polres Bulukumba lainnya.

"Kami ada di Jeneponto ini bentuk dukacita kami kepada keluarga," kata Muhtari.

Kapolres Bulukumba AKBP M Anggi Nualifar Siregar juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Meski peristiwa tersebut dinilai merupakan sebuah musibah yang tidak didasari niat oleh oknum anggotanya, pihaknya tetap akan bertanggung jawab penuh.

Dia berjanji pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Dia menyebut saat ini oknum polisi tersebut tengah menjalani pemeriksaan di unit propam, begitu pun sejumlah saksi lainnya.

"Dari hati yang paling dalam, saya mewakili Polres Bulukumba meminta maaf atas peristiwa ini. Tadi saya bersama Kasatlantas dan beberapa anggota ke rumah duka. Kami berdoa agar pihak kelurga tabah menghadapi ini, dan percayakan ke kami untuk mengusut tuntas kasus ini," tuturnya.

Tak hanya ikut berbelasungkawa, kepolisian juga berjanji mengusut tuntas kasus dugaan tindak kekerasan tersebut. Unit Propam Polres Bulukumba telah memeriksa 12 saksi, baik dari warga maupun anggota polisi yang mengetahui peristiwa tersebut.

"Kasusnya sudah ditangani propam. Kita tunggu saja hasilnya," kata Wakapolres Bulukumba Kompol Syarifuddin saat dikonfirmasi Radar Selatan (Jawa Pos Group)(awa-faj/man/b/c17/ami/ce1)