Selasa, 07 November 2017, 22:04

Barang Bukti narkoba Dimusnahkan, Hape dan Uang Mana?

PINANG, POSMETRO.CO :  Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang memusnahkan barang bukti perkara narkotika berupa sabu dan ganja, yang telah berkekuatan hukum atau inkrah di halaman Kantor Kejari Tanjungpinang, Selasa (7/11) siang. 

Namun, dalam pelaksanaannya muncul berbagai kontroversi terkait beberapa barang bukti berupa telepon genggam dan uang diduga hilang.

Pantauan POSMETRO pada acara pemusnahan barang bukti itu, puluhan barang bukti berupa sabu dan ganja dijejerkan di sebuah meja. Selain itu, juga terlihat sejumlah alat hisap sabu (Bong) dan sejumlah barang bukti berupa kosmetik yang merupakan perkara yang berbeda.  Barang-barang itu pun dimusnahkan dengan cara dibakar.

Namun, tak satu barang bukti telepon genggam dan uang ada diantara barang bukti tersebut. Padahal, dalam setiap persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, barang bukti telepon genggam hampir semua terdakwa memiliki barang bukti telepon genggam tersebut yang digunakan para terdakwa kasus narkotika itu.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Supardi menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti dari perkara narkotika yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. 

Barang bukti itu pun hasil penanganan perkara narkotika dari tahun 2016 hingga Juli 2017 oleh Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. 

"Perkara narkotika yang telah inkrah pada tahun 2016 sebanyak 25 perkara, sedangkan di tahun 2017 sebanyak 52 perkara," ungkapnya.

Dikatakan Supardi, dari total barang bukti berupa sabu dan ganja yang berhasil disita dalam kurun waktu 2 tahun seberat lebih kurang 1,402 Kilogram (Kg) atau 1.402 gram. Ia mengaku, bahwa pihaknya masih banyak menyita barang bukti sabu, namun perkara tersebut belum berkekuatan hukum yang tetap.

"Tadi ada yang nanya, kok barang buktinya sedikit, sebetulnya jumlahnya memang yang sudah inkrah seperti ini, karena kemarin perkara narkotika yang jumlahnya banyak itu masih ada upaya hukum, jadi belum kami musnahkan," katanya.

Sementara itu, saat ditanya keberadaan barang bukti lainnya seperti telepon genggam, sepeda motor dan uang, Supardi mengaku, barang bukti yang disita dan dimusnahkan tersebut sudah sesuai putusan majelis hakim PN Tanjungpinang. Sebab, pemusnahan barang bukti itu harus berdasarkan putusan majelis hakim.

"Yang kami musnahkan ini hanya bentuk narkotika, sabu-sabu dan ganja. Kita mengikuti putusan hakim, kalau putusan itu dirampas dan dimusnahkan, ya kita musnahkan, tetapi ada juga putusan untuk dikembalikan, ya kita kembalikan. Barang bukti ini putusannya, dirampas dan dimusnahkan," ungkap Supardi.(bet)