Kamis, 09 November 2017, 12:51

Bangga dan Haru Masyarakat Kepri, Sultan Mahmud Riayat Syah Disematkan Menjadi Pahlawan Nasional

LINGGA, POSMETRO.CO : Gelar Pahlawan Nasional yang disematkan kepada Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS), tentunya kabar ini membuat masyarakat Kepri khususnya Lingga bangga dan haru.

Menyusulnya nama SMRS menjadi Pahlawan Nasional, bertambahnya satu lagi Pahlawan Nasional dari Bumi Bunda Tanah Melayu, setelah adanya Keputusan Presiden Nomor 115/TK/TAHUN 2017, tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Pandangan dua tokoh sejarawan dan budayawan asal Kepri Datok Abdul Malik dan Datok Sri Lela Budaya Rida K.Liamsi terhadap Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi Pahlawan Nasional, disampaikan Zahid Jay Humas LAM Kabupaten Lingga pada koran ini, Kamis (9/11).

"Sebagai orang Melayu yang hidup pada hari ini, saya sangat terharu, bangga, dan berbahagia karena Allahyarham Sultan Mahmud Riayat Syah telah diakui sebagai Pahlawan Nasional. Dengan demikian, bertambah satu lagi Pahlawan Nasional dari Negeri Melayu," ungkap Zahid, menyampaikan.

Pahlawan Nasional pertama dari Kabupaten Lingga dan pertama pula sejak Provinsi Kepulauan Riau berdiri. Dua Pahlawan Nasional terdahulu diperjuangkan ketika Kepri masih tergabung dengan Provinsi Riau.

Datok Abdul Malik berharap semangat juang dan ketauladanan Sultan Mahmud Riayat Syah menginspirasi masyarakat untuk melaksanakan pembangunan di Lingga dan Kepulauan Riau. Sehingga daerah boleh maju pesat ke depan seperti daerah-daerah lain yang lebih dulu dimajukan.

"Kalau bersatu, Melayu pasti boleh buat apapun kemajuan. Kita patut mencontoh perjuangan Allahyarham Sultan Mahmud Riayat Syah. Tahniah kepada Kabupaten Lingga. Kini menjadi sah bahwa Lingga merupakan Negeri Bunda Tanah Melayu yang sebenar-benarnya. Dari Negeri Melayu Bertuah inilah Sang Pahlawan Besar Nasional itu membuktikan bahwa Melayu itu cerdas, besar, dan Pemilik Sah Negeri-Negeri Melayu di Kawasan ini," terangnya.

"Selamat Hari Pahlawan. Dengan Semangat Pahlawan Besar Nasional Gerilya Laut Sultan Mahmud Riayat Syah, kita wujudkan Negeri Melayu yang sejahtera, aman, makmur, dan sentosa, amin," kata Datok Malik.

Kata Zahid Jay lagi, kalau Datok Sri Lela Budaya Rida K.Liamsi menanggapi terkait Gelar Pahlawan Nasional SMRS,  bahwa seorang pemimpin itu selalu berpikir strategis dan jauh ke depan untuk rakyatnya.

"Itulah yang dilakukan oleh SMRS, misalnya dia menolak datang ke kapal perang Belanda Utrecht untuk menandatangani perjanjian kalah perang. Dia kirim pembesar lain sehingga secara politis Riau Lingga tak pernah dikalahkan," kata Rida K. Liamsi.

Menurut Rida, sultan adalah lambang dan simbol daulat. SMRS juga memindahkan pusat pemerintahan dari Hulu Riau ke Lingga. Itupun keputusan strategis. Dia berani mengambil resiko untuk masa depan kerajaannya, itulah ciri pemimin besar itu.

Sementara diorama tentang perjuangan Sultan Mahmud Riayat Syah melawan penjajah yang diperagakan pada Peringatan HUT TNI ke 72 di Kepulauan Riau ternyata memberikan sinyal positif. Peringatan hari Pahlawan tahun 2017, nama Sultan Mahmud Riayat Syah resmi menjadi pahlawan nasional asal Kepulauan Riau ketiga setelah Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah.

"Insya Allah, Sultan Mahmud Riayat Syah besok (Jumat) diresmikan sebagai pahlawan nasional, ini yang kita dioramakan, yang kita acarakan pada HUT TNI," kata Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Ribut Eko Suyatno usai menggelar upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Tanjungpinang, Kamis (9/11).

Dengan adanya penetapan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai pahlawan nasional asal Kepri, Eko berharap kepada seluruh generasi muda yang ada di Provinsi Kepri untuk menjadi generasi yang lebih baik dari generasi terdahulu. Artinya, generasi muda saat ini harus bisa menjadikan negara Indonesia terutama Kepri ini lebih baik lagi.(mrs/bet).