Jumat, 10 November 2017, 14:36

Jadi Buron, Kejati Kepri Bentuk Tim Pemburu Muhammad Nashihan

PINANG, POSMETRO.CO : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau telah membentuk tim khusus untuk menangkap Muhammad Nashihan, tersangka kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan asuransi kesehatan (Askes) dan Tunjangan Hari Tua (THT), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemerintahan Kota Batam di PT Bumi Asih Jaya (BAJ). Tim khusus itu melibatkan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejati DKI Jakarta.

"Kita sudah minta bantuan AMC (Adhiyaksa Monitoring Center), minta bantuan Kejati DKI Jakarta, pokoknya begitu tahu tempatnya (Persembunyian) langsung kita tangkap," kata Wakil Kepala Kejati Kepri, Asri Putra Agung kepada POSMETRO, Kamis (9/11).

Menurut Asri, tim khusus itu dibentuk untuk memburu Muhammad Nashihan, lantaran tidak pernah menghadiri panggilan penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Sebab, selama ini pihaknya telah berupaya memanggil tersangka korupsi dana penyelenggaraan askes Kota Batam itu mulai dengan cara melayangkan surat panggilan hingga menelusuri alamat tempat tinggalnya.

"Yang jelas dia sembunyi kan?, Karena kita panggil secara patut dia gak datang, dan kita datangi ke rumahnya, dia gak ada di tempat, pokoknya kapan kita ketahui posisinya, akan kita tangkap," tuturnya.

Asri mengaku, saat ini tim penyidik tengah menggesa penyelesaian berkas perkara tersangka Muhammad Nashihan dan berkas perkara Muhammad Syafei. Bahkan, penyidik juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi dan ahli. "Sampai saat ini, kalau gak salah saya, sudah 15 saksi dan ahli yang kita mintai keterangannya," ungkapnya.

Sebelumnya, Kejati Kepri menetapkan dua orang tersangka dalam kasus korupsi tersebut, yakni M Syafei dan Muhammad Nashihan. Korupsinya tak tanggung-tanggung, yakni sebesar Rp55 miliar. Uang Rp55 miliar tersebut merupakan pembayaran sebagian kewajiban PT BAJ yang ditempatkan dalam rekening bersama atas nama kedua tersangka pada rekening PT Bank Mandiri Cabang Menteng, Jakarta Pusat. Kedua tersangka bersekongkol melakukan penarikan dana itu kurang lebih sebanyak 31 transaksi.(bet)