Jumat, 10 November 2017, 19:48

Sah ! KPK Kembali Tetapkan Setya Novanto sebagai Tersangka

JAKARTA, POSMETRO.CO : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP.

Novanto selaku anggota DPR periode 2009-2014, bersama-sama Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman (Dirjen Dukcapil), dan Sugiharto (pejabat di lingkup Kementerian Dalam Negeri) diduga melakukan tindak pidana korupsi.

"Sehingga terjadi potensi kerugian negara sejumlah 2,3 triliun, dari total nilai paket pengadaan 5,9 triliun dalam pengadaan paket KTP elektronik 2011-2012 di Kemendagri," ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat sore (10/11).

Setya Novanto

Ketua DPR, Setya Novanto ketika menjadi saksi dalam kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor belum lama ini(Miftahul Hayat/Jawapos)

"KPK menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) 31 Oktober atas nama Setya Novanto, anggota DPR RI," sambung dia.

Saut menjelaskan, Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Saut menuturkan bahwa penetapan tersangka tersebut melalui kajian yang matang, dengan mempelajari secara saksama putusan praperadilan Novanto pada Jumat 29 September 2017, serta aturan hukum terkait.

"Penyelidikan baru pun dimulai pada 5 Oktober 2017. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan baik dari unsur anggota DPR, swasta, hingga pejabat kementerian. Kami juga telah mengumpulkan bukti-bukti yang relevan," imbuhnya

Pihaknya juga telah memanggil Novanto sebanyak dua kali sebagai saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus tersebut. Namun, panggilan mereka tak diindahkan.

Karena sudah melalui proses penyelidikan dan telah ditemukan bukti permukaan cukup, pimpinan KPK bersama tim penyelidik, penyidik, dan penuntut umum melakukan gelar perkara pada 7 Oktober hingga ditetapkanlah Novanto sebagai tersangka.

"Sehingga pemenuhan hak tersangka, KPK mengantarkan surat pada 3 November perihal SPDP pada Setya Novanto diantarkan ke rumah SN di Jalan Wijaya Nomor 13, Melawai, Jakarta Selatan pada sore hari Jumat 3 November 2017," tutup Saut.(dna/ce1/JPC)