Sabtu, 11 November 2017, 14:43

Banyak Peralatan di laboratorium DLHK Tak Berfungsi

BATAM, POSMETRO.CO : Peninjauan lapangan di Laboratorium Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri di Sekupang, Kota Batam, dilakukan rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Jumat (10/11). Hasilnya, mereka menemukan beberapa peralatan di laboratorium tersebut tidak berfungsi.

"Coba alat mana yang bisa dinyalakan dan dipraktekkan penggunaannya. Kita mau tahu cara kerja alat-alat ini?" kata Surya Makmur saat itu, seperti dirilis Humas DPRD Kepri. Alat yang dimaksud Surya Makmur, yakni alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) yang digunakan untuk melakukan pengetesan kandungan logam dalam air.

Sekretaris Komisi III DPRD Kepri itu bersama rombongan didampingi oleh Sekretaris DLHK Provinsi Kepri, M Yunus. Selain itu, anggota Komisi III Irwansyah juga mengatakan, bagaimana melayani masyarakat jika peralatan yang berada di laboratorium tersebut tidak berfungsi. "Ini kalau tidak berfungsi semua alatnya bagaimana?" tanya Irwansyah.

Menjawab pertanyaan anggota Dewan, Kepala Seksi Kajian Dampak Lingkungan DLHK Provinsi Kepri Julhaidir menerangkan, sebenarnya alat-alat tersebut berfungsi secara normal tetapi memang ada beberapa yang sparepart kelistrikannya yang rusak, sehingga tidak bisa menyala. "Ini kami sedang perbaiki sparepart-nya. Kami kirim ke Medan," papar Julhaidir.
Melihat kondisi laboratorium, Surya Makmur meminta agar peralatan tersebut segeta diperbaiki. "Dinas harus segera melakukan penyempurnaan alat-alat yang rusak tersebut agar laboratorium ini dapat difungsikan secara maksimal," pesannya, sembari menjelaskan bahwa saat ini laboratorium tersebut belum dijadikan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) sehingga belum bisa menangani secara khusus hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup, seperti air yang layak untuk dikonsumsi. 

"Kalau sudah dijadikan sebagai UPT kan nanti bisa turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan air di masyarakat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki," kata dia. Anggota Komisi III lainnya, Asep Nurdin menambahkan, jika peralatan-peralatan di laboratorium tersebut dibiarkan saja maka makin hari akan semakin rusak dan akhirnya terbengkalai. 

"Harus segera diperbaiki, agar bisa melayani masyarakat dengan optimal," imbuh Asep. Turut serta anggota Komisi III lainnya, yakni Raja Bahctiar, Suryani, Raja Astagena, Saproni dan Sahmadin Sinaga.(***)