Sabtu, 11 November 2017, 15:31

Bersihkan Ari-ari Malah Ketemu Janin Bayi

KARIMUN, METRO: Janin bayi di temukan seorang wanita saat akan mencuci ari-ari bayi.  Janin yang diperkirakan berusia 4 bulan tersebut, ditemukan dalam bungkusan pempes bersama ari-ari sang bayi.

Kejadian ini langsung membuat sang pencuci ari-ari berinisial SI (32) melaporkan ke perangkat RT di wilayah Kolong. Kecamatan Karimun.

Kasat reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febriantara SIK yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Terjadi penemuan janin berusia kurang lebih 4 bulan pada hari sabtu (11/11/2017) sekira jam 10.00 WIB, Pelapor berinisial SI (32), kronologisnya pada hari Sabtu  jam 10.00  WIB sewaktu pelapor berada di Ruang Rawat kamar No. 202 RSUD M.SANI Karimun, lalu saksi di minta oleh ibu si janin berinisial Bunga untuk membantu membersihkan ari-ari, dan kain kotor miliknya yang digunakan saat bersalin pada Sabtu dinihari sekitar pukul 02.00 WIB,” ucap Lulik.

Dimana dijelaskan Lulik saat di tabgani oleh Dokter dan perawat RSUD  M. SANI, dimana kain dan Ari-ari tersebut ada di bawa tempat tidur yang di kemas dalam kantong plastik,  kemudian Pelapor mengatakan bahwa ibu nya biasa melakukan pekerjaan pembersihan orang bersalin termasuk ari-ari maka antara keduanya sepakat untuk menyerahkan pekerjaan dimaksud kepada org tua SI dan kantong yg berisi dari ari-ari dan kain yang berlumuran darah dimaksud dalam sebuah kantong di ambilnya untuk di serahkan kepada ibunya.  

“Saat sampai di rumah pada saat dibuka kantong tersebut ternyata selain dari kain yang bercak darah, ari-ari bayi dan juga terdapat janin bayi, dari situ  SI dan keluarganya melaporkan ke pak RT dan masyarakat di lingkungannya. lalu memanggil selanjutnya melapor ke  ibu korban dan akhirnya melapor ke Polres Karimun,” lanjut Lulik.

Polisi pun langsung melakukan introgasi terhadap ibu sang bayi. Dari keterangannya sang ibu menerangkan bahwa sebelumnya memang sudah hamil sekira 4 bulan dibuktikan dengan hasil chek foto USG dari salah satu dokter kandungan, bahkan sang ibu bayi juga menyatakan telah 5 hari mengalami pendarahan yang hebat serta tali pusar dari janin juga telah keluar saat berada di rumahnya. Atas kejadian itu kemudian pada hari jumat (10/11/2017) sang ibu koban di bawa oleh kakak iparnya ke RS. M.SANI untuk penanganan medis.

“Kita juga sudah memintai keterangan dari dokter yang menangangi pasien tersebut. Dari keterangannya bahwa pada saat pasien datang ke RSUD kondisinya sudah mau melahirkan dan kemudian dilakukan pengecekan serta di berikan suntikan melalui infus untuk mempertahankan bayi namun tidak bisa lagi dan malam nya diapati masih di dalam perut ibunya si bayi telah dinyatakan meninggal lantaran tidak terdeteksi ada denyut jantungnya, lalu di ambil upaya untuk bisa mengeluar janin dari perut ibunya, pasalnya dari keterangan dokter tersebut jika tidak dikeluarkan akan beresiko bagi sang ibu dari bayi tersebut,” tambah Lulik lagi.

Dari keterangan dokter juga, tambah Lulik, bahwa pada saat janin bayi di lahirkan perawat dan dokter telah menyampaikan kepada ibu bayi, bahwa bayi nya telah lahir dan dalam keadaan meninggal, namun saat itu dokter serta perawat juga tidak menemukan keluarga ibu bayi di RSUD saat itu. 

“Jenazah bayi sudah di serahkan ke pihak keluarga,” jelas Lulik.(ria)