Senin, 13 November 2017, 12:30

Rp25 Miliar Untuk Penataan TPA Punggur

BATAM, PM: Pemerintah Kota Batam di tahun 2018 mendapat kucuran dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (kemenPU-PR), sebesar Rp25 miliar untuk penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Punggur, Nongsa.

"Dana dari pusat disasarkan kepenataan TPA. Selain itu kita bangun bak lindi baru karena yang lama sebagian sudah pecah dan hancur dan lainnya," kata Herman Rozie, plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Senin (13/11).

Rencana anggaran tersebut meliputi biaya pekerjaan persiapan 0,4 M, penataan blok landfill Rp 17,9 M dan pembangunan instalasi pegolahan lindi Rp 6,8 M. Serta pengelolahan lindi akan dibuat 5 kolam penampungan atau pengolahan limbah. Terdiri dari kolam equalisasi, kolam uasb, kolam fakultatif, kolam maturasi, kolam hayati/wetland.

Masih katanya dari 6 bak lindi yang ada di TPA tersebut, empat diantaranya sudah hancur dan tertimbun. Sementara dua masih bisa digunakan namun pecah. Pihaknya saat ini sedang berupaya untuk membuat penampungan bak lindi sementara. Sembari menunggu proses selanjutnya.

"Kemarin kita sudah cek, ada enam bak lindi, empat hancur dan dua pecah tapi masih bisa digunakan. Jadi kita keruk dulu. Nanti air sampah kita tampung di bak lindi sementara baru di kasih bakteri untuk menetralkan atau steril lalu dibuang kelaut," jelasnya. 

Sementara itu untuk relokasi para warga yang tinggal di kawasan itu tetap dilakukan. Karena lahan tersebut akan dibangun TPA oleh KemenPU-PR ditahun depan.  "Perpindahan tetap dilakukan, karena Desember nanti semua harus clear bersih," sebut Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan Kota Batam itu. 

Sebut Herman, sebelumnya perihal perpindahan tersebut sudah disampaikan kepada warga setempat. Berdasarkan data yang didapat ada 417 orang warga yang bertempat tinggal disana. 

"Pada prinsipnya mereka mau pindah. Jadi kita kasih keringanan untuk tinggal di Rusun milik Pemko dan kita juga menyediakan tranfortasi untuk mengangkat barang. Mereka minta waktu untuk beres-beres," tuturnya. (hbb)