Selasa, 14 November 2017, 20:57

Kapolda Beberkan Nama Mafia Lahan di Batam ke BP

BATAM, POSMETRO.CO : Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian,  akhirnya membeberkan data-data mafia lahan Batam ke pimpinan BP Batam yang baru. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Polda Kepri untuk memulihkan perekonomian Batam.

"Data-datanya saya sampaikan. Ini loh, orang-orang yang menguasai lahan di Batam," kata Sam, Selasa (14/11).

Sam menuturkan walau pihaknya sudah menyerahkan. Lukita ternyata juga sudah mengantongi nama-nama para pemain lahan tersebut. Namun walau begitu, pihak kepolisian menjabarkan pontensi yang menganggu keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Tak hanya menyerahkan data pemain lahan. Sam juga menyampaikan potensi-potensi yang akan menyebabkan terjadi kerusuhan. Dari pantauan kepolisian lokasi-lokasi itu di Baloi Kolam, Sei Gong, Tanjunguma, dan beberapa tempat lainnya.

"Kami sharing data. Lalu menyampaikan harapan dan tuntutan masyarakat (Baloi Kolam, Sei Gong, Tanjunguma,red)," ujarnya.

Dia mengatakan permasalahan yang ada di daerah-daerah itu, dapat diselesaikan oleh BP Batam. Setiap kebijakan BP Batam ini, sangat dinanti warga di daerah itu. "Muara, tolak ukur semua berada di BP Batam," ungkapnya.

Sam menuturkan data-data ini disampaikan ke BP Batam. Karena tidak ingin segala kesalahan, kekisruhan yang terjadi di masa lalu terulang kembali.

Data-data diharapkan jadi pedoman bagi BP Batam dalam bersikap dan bertindak. Maupun dalam mengambil keputusan.

Selain itu, Sam meminta Kepala BP Batam yang baru Lukita juga dapat berlaku adil. Dia mencontohkan saat ada lahan yang merupakan kawasan hutan lindung. Dalam peraturan tak diperbolehkan ditempati atau didiami.

"(Jangan satu lokasi saja,red) larang semua," ucapnya.

Langkah jajaran pimpinan BP Batam yang baru, dengan melakukan safari ke berbagai lembaga instansi dan elemen masyarakat. Sangat diapresiasi oleh Sam.

Karena langkah itu bentuk nyata dari menjalin sinergitas dan merekat persatuan. Agar dapat mewujudkan apa yang direncankan oleh Lukita. (ska/jpnn)