Jumat, 17 November 2017, 18:18

Dirut PLN Mengaku Berdarah-darah Mempertahankan Tarif Listrik

JAKARTA, POSMETRO.CO : PT PLN (Persero) bersama pemerintah sedang menyiapkan program penyederhanaan golongan daya listrikmenjadi 5.500 VA. Namun, program itu menuai pro dan kontra. Malah, masyarakat lebih banyak yang memandang negatif atas rencana itu.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, banyak hal yang sudah dilakukan supaya tarif listrik tetap terjangkau. Penyederhanaan golongan daya listrik rumah tangga menjadi 5.500 VA juga bagian dari itikad baik untuk pelanggan.

"Padahal kami berdarah-darah mempertahankan tarif masyarakat supaya tidak naik. Di lain pihak kurs naik, inflasi ada, batu bara (harganya) lompat, dan gas naik," kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Jakarta, Kamis (16/11) kemarin.

Pengorbanan itu masih terus berlanjut. Sebab, perseroan juga harus melakukan efisiensi untuk menekan biaya produksi. Upaya itu dilakukan dengan cara memangkas rantai pembelian batu bara dan melakukan kajian jual beli listrik dengan Independent Power Producer (IPP).

"Kita mati-matian efisiensi kurangin diesel, pedagang batu bara kita buang semua kita cari pengusaha tambang sebagai pemasok," tuturnya.

Meski demikian, dirinya tetap memastikan bahwa pemasangan Miniature Circuit Breaker (MCB) dilakukan secara gratis. Pelanggan juga tidak akan dipaksa untuk mengikuti kebijakan penyederhanaan tersebut. PLN siap mengeluarkan dana sampai Rp 132 triliun.

"Tambah daya kemungkinan gratis, listrik enggak naik, abonemen awal dan opsional. Boleh nambah boleh tidak," tandasnya.

Seperti diketahui, saat ini untuk menambah daya butuh dana yang cukup besar. Namun, demi suksesnya program penyederhanaan golongan daya listrik, pemerintah memastikan gratis.(cr4/ce1/JPC)