Rabu, 22 November 2017, 15:11
Keluarga Mengenang Imalko

Meski Tak Sempurna, Ia Adalah Sosok Panutan dan Kharismatik

NATUNA, POSMETRO.CO : Kabar duka atas meninggalnya mantan Wakil Bupati Natuna periode 2011-2016, Imalko Ismail, S.Sos usai salat Zuhur di kediamannya, Jalan Maharani Batu 5 Atas, Tanjungpinang, Selasa (21/11) membuat duka keluarga, sanak saudara, kerabat, dan masyarakat Natuna.

Di mata keluarga, sanak saudara,  kerabat dan masyarakat Natuna, almarhum merupakan sosok panutan dan karismatik, disegani, ramah, sopan dan penuh tanggung jawab, dan banyak teman. Almarhum merupakan kebanggaan bagi keluarga dan sanak saudara bahkan masyarakat Natuna.

Imalko merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Ismail Salim dan Urai Maryati (almarhum/mah). Dia meninggalkan seorang Istri, Wan Syanti Afdianti (35) dan 3 anak, 2 laki-laki dan satu perempuan yang masih bersekolah yaitu Aqil Lutfi Kusena (15) yang saat ini duduk di bangku SMU, Naila (13) di SMP 1 Ranai, dan Izat (7) masih duduk di SD.

Imalko lahir di Ranai, Bunguran Timur Natuna 5 Juni 1972. Wafat di Tanjungpinang, 21 November 2017. "Beliau wafat diusia 45 tahun. Beliau ini merupakan sosok panutan dan penuh karismatik, sopan dan supel, banyak kawan, disegani, juga merupakan salah satu tokoh masyarakat Natuna," ungkap Wan Abdul Halim salah seorang keluarga almarhum kepada POSMETRO, Rabu (22/11) di rumah duka, Jalan DKW M Benteng, Ranai.

Wan Halim menyebutkan, kepergian almarhum ini membawa duka yang dalam, bukan saja bagi keluarga juga dirasakan oleh masyarakat. "Meskipun beliau bukan manusia sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun beliau merupakan sosok yang disegani. Kepergian ini membawa duka yang mendalam bagi keluarga sanak saudara, sahabat bahkan masyarakat Natuna khususnya Ranai, ya kami merasa kehilangan,'' katanya.(maz)