Jumat, 24 November 2017, 21:50

Hanya 9 Tahun, 3.129 Industri Rokok di Indonesia Tumbang

YOGYAKARTA, POSMETRO.CO : Sebanyak 3.129 industri rokok di Indonesia mengalami kebangkratan dalam sembilan tahun terakhir. Peran pemerintah dianggap kurang dalam mengatasi dan memberi solusi kepada mereka yang tak lagi bekerja.

"Kami harus jujur, pemerintah belum aware dengan industri tembakau. Kalau serius ini harus ada solusi," kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Sudarto di sela "Seminar Nasional Menakar Komitmen Negara Atas Keberlangsungan Industri Hasil Tembakau", di Hotel Gallery Prawirotaman, Yogyakarta, Jumat (24/11).

Padahal, menurut Sudarto, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 10 orang saja sudah dianggap massal. Sedangkan yang dialami perusahaan rokok ini ribuan bahkan ratusan ribu pekerja.

Di sisi lain, kontribusi Industri Hasil Tembakau (IHT) terhadap penerimaan negara selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada anggaran 1990/1991, penerimaan cukai hanya sebesar Rp 1,8 triliun. Namun pada 1999/2000, jumlahnya meningkatkan menjadi Rp 10,4 triliun.

Saat ini, tekanan terhadap industri rokok pun terus meningkat. Diantaranya adanya isu dampak merokok terhadap kesehatan, baik di tingkat global yang disponsori oleh organisasi dunia World Health Organization (WHO).

Kemudian di tingkat nasional ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. Serta di tingkat daerah berupa Kawasan Tanpa Asap Rokok.

Pemerintah diharapkan bisa lebih berkontribusi dalam penanganan industri rokok. Mempertimbangkan berbagai aspek yang dihadapi para pekerja rokok, terutama pada hak-haknya.

Ketua Bidang Hukum FSP RTMM-SPSI Andrie menambahkan, dua tahun terakhir ini rangkaian advokasi dilakukan. Diantaranya dengan kampanye publik, advokasi, dan lain sebagainya.(dho/JPC)