Selasa, 28 November 2017, 13:21
Hari Bakti PUPR ke 72

PSPLP Kepri Andalkan TPS 3R Melawan Penumpukan Sampah

PINANG, PM: Di hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke 72 tahun, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PSPLP) Kepulauan Riau (Kepri) masih mengandalkan program Reduce, Reuse dan Recycle (TPS 3R) menjadi senjata utama merubah sampah menjadi uang.

Hal ini diungkapkan Kepala Satker PSPLP Provinsi Kepri, Ferry Erawan saat temui di Tempat Pengolahan Sampah (TPS 3R) di kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Senin (27/11). 

Peringatan hari Bhakti PU ke 72, Ditjen Cipta Karya juga menggalakkan gerakan peduli Mitigasi Bencana dalam rangka perlindungan dan optimalisasi fungsi Situ, Danau, Waduk, Embung dan Sumber Air Permukaan lainnya dalam penanganan sampah dan penghijauan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Ditjen Cipta Karya, Rina Agustine Indriyani mengatakan, peringatan hari Bhakti PU ke 72 ini dilaksanakan serentak di 34 provinsi se-Indonesia. Pada peringatan ini, KemenPUPR masih menggelorakan program TPS 3R bertujuan untuk mengurangi kuantitas dan memperbaiki karakteristik sampah, yang akan diolah secara lebih lanjut di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.

"Jadi, program TPS 3R berperan dalam menjamin semakin sedikitnya kebutuhan lahan untuk penyediaan TPA sampah di perkotaan. Mari kita tingkatkan kebersihan dengan pengelolaan sampah rumah tangga dari hulu ke hilir dan melaksanakan penghijauan di beberapa kawasan pemukiman," tuturnya.

Kepala Satker PSPLP Provinsi Kepri, Ferry Erawan ST MT, menjelaskan TPS 3R lahir dari keprihatinan sejumlah pihak atas penanganan sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik. Akibatnya, lingkungan terbebani dan keasrian alam rusak serta kesehatan masyarkat terganggu, sehingga pihaknya mencari formula baru agar sampah yang dinilai tidak memiliki manfaat, kini akan dirubah manjadi sumber penghasilan.

"Pengelolaan dengan cara TPS 3R ini juga menjaga agar sampah tidak mengotori daerah sungai, sehingga air kita juga terjaga dan sehat," ungkapnya.

Sesuai petunjuk teknis TPS 3R tahun 2017, TPS 3R diselenggarakan dengan pola pengelolaan skala komunal atau kawasan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di pemukiman padat. Penanganan sampah dengan pola TPS 3R juga bertujuan untuk menekankan beban sampah yang dibuang ke TPA sampah.

"Jadi TPS 3R ini, sumber sampah rumah tangga itu sebelum ke TPA, dipilah dulu disini, apabila ada sampah yang bisa di Reduce, Reuse dan Recycle kembali, ya kita pakai kembali, terus seperti sampah daun-daun bisa kita jadikan kompos, ini juga mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA," ujarnya. 

Ferry menjelaskan, jika program TPS 3R berjalan dengan baik, maka mampu mengurangi sampah sebanyak 20 persen masuk ke TPA sampah. Sehingga, usia TPA sampah yang berada di Kota Tanjungpinang lebih panjang. Secara garis besar, pengelolaan dilakukan mulai dari tahap pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir.

"Jadi, dengan adanya TPS 3R ini, sampah itu tidak akan masuk 100 persen ke TPA, tetapi hanya 80 persen, sehingga usia TPA juga lebih panjang. Saat ini, ada sekitar 5 sampai 6 TPS 3R yang kita bina di Tanjungpinang, dan kita juga bekerjasama dengan ibu-ibu PKK," pungkasnya.(bet)