Selasa, 28 November 2017, 20:48

Nelayan Gombang Meral, Minta Keadilan Pembagian Kompensasi PT GRM

KARIMUN, POSMETRO.CO : 
Belum selesai dengan kasus dugaan penjualan laut di Kuda Laut, Baran, Kecamatan Meral. Yang bersentuhan dengan nelayan. Lagi-lagi nelayan terusik aktifitasnya. Kali ini masalah kompensasi. 

Penyerahan kompensasi yang tak adil dan merata jadi pemicunya.
Seperti aksi spontan yang dilakukan sejumlah nelayan gombang Kecamatan Meral, Selasa (28/11/2017) pagi. 

Nelayan berkumpul di pelabuhan nelayan gombang di Sei Pasir, Kecamatan Meral. Aksi mereka tak anarkis, mereka meminta kejelasan tentang nasib mereka kelak. Tuntutan mendapatkan kompensasi pun ditegaskan para nelayan. Sejak PT Grace Rich Marine (GRM) yang saat ini melakukan aktifitas reklamasi, hingga kini tidak memberikan kompensasi kepada sejumlah nelayan.

Padahal, sejumlah nelayan lain dikabarkan sudah menerima kompensasi dari Perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Meral tersebut.

Masalah ini pun memuncak, ketika berkali-kali mediasi antara nelayan yang meminta hak mereka tak mendapatkan jawaban yang jelas.

Sugiarto salah seorang nelayan gombang yang dikonfirmasi POSMETRO Selasa pagi itu, mengaku kecewa atas tebang pilih pemberian kompensasi dari perusahaan tersebut. 

Padahal nelayan sendiri sejatinya mendukung berdirinya perusahaan tersebut, yang imbasnya akan merekrut pekerja-pekerja tempatan.

Namun sayang, aksi berkali-kali melakukan pertemuan dengan perwakilan perusahaan seolah menemui jalan buntu.

Diantaranya pertemuan dengan Dinas Perikanan Karimun sebanyak 3 kali tak juga membuahkan hasil. Tak berhenti sampai di situ, aksi nelayan pun meminta pertolongan kepada Wakil Rakyat, 4 kali pertemuan tak juga membuahkan hasil. Lagi, nelayan pun tetap mencoba mempertahankan harapannya, unsur pimpinan DPRD Karimun pun di temui, namun sayang kejelasan belum juga berpihak pada nelayan.

“Kami dah banyak di janji-janjikan, namun tak juga di buktikan, selalu mengatakan nanti-nanti lagi, kalau dibilang PHP, saya rasa lebih dari itu,” ucap Sugiarto lagi.

Sugiarto dan nelayan lainnya tak pernah menuntut materi yang berlebihan dari permasalahan ini, namun mereka menginginkan keadilan dan kemerataan.

Sementara tokoh masyarakat Sei Pasir yang dianggap para nelayan dapat menyuarakan aspirasi mereka, Jamaludin SH yang dikonfirmasi menyayangkan permasalahan ini hingga belarut-larut.

“Perusahaan seolah tak memandang nelayan gombang tersebut, dinas terkait pun tak dapat memberikan keputusan bahkan pemerintah daerah pun terkesan seolah tak melihat ke bawah. Padahal ini merupakan masalah hajat hidup masyarakat setempat,” terang Jamal.(ria)