Rabu, 29 November 2017, 11:08

86 Pendekar Ujian Kenaikan Tingkat

BATAM, POSMETRO.CO: Sebanyak 86 murid Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ranting Sei Beduk mengikuti tes kenakan tingkat. Uji kenaikan tingkat dari sabuk polos (hitam) ke tingkat jambon (pink) tersebut dilakukan di Kemuning Residen Blok E, Sei Beduk pada Minggu (26/11/2017).

Uji kenaikan tingkat ini diikuti oleh tujuh rayon se-Kecamatan Sei Beduk dan dibagi menjadi dua kategori yaitu, dewasa dan remaja. Para murid juga didampingi oleh 30 pelatih dan pengurus masing-masing rayon.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh 140 warga PSHT dan simpatisan serta, tokoh masyarakat Bukit Kemuning. Kegiatan inipun ramai ditonton oleh warga sekitar.

"Tidak mudah menjadi saudara kami. Inilah motivasi yang sering kami sampaikan pada siswa-siswi untuk, penyemangat mereka dalam uji kenaikan tingkat. Karena harus mengikuti serangkaian acara," ujar Januar, Ketua Rayon PSHT bukit kemuning, Rabu (29/11/2017).

Para murid dinyatakan naik tingkat setelah lulus uji ketahanan fisik ousdower, mental, materi baku senam, jurus, sambung persaudaraan serta, longmarch sejauh tiga kilometer.

"Untuk menjadi pendekar tingkat satu dalam susunan organisasi, mereka harus menempuh pendidikan yang lebih berat," jelasnya.

Seperti yang dikatakan Januar, perjalanan para pendekar ini masih panjang. Mereka harus belajar lebih keras agar dapat mengikuti kenaikan tingkat ke sabuk hijau dan putih.

Di Setia Hati (SH) Terate, para pedekar tidak hanya diajarkan silat dan organisasi. Mereka juga akan mempelajari Panca Dasar PSHT yakni, persaudaraan, olahraga, beladiri, kesenian dan, kerohanian.

Usai agenda kegiatan ujian kenaikan tingkat, para petinggi PSHT menyematkan sabuk jambon pada para murid setelah mereka dinyatakan lulus dari nilai secara keseluruhan.

Seperti yan telah diagendakan, usai uji kenaikan tingkat, para pendekar bergotong royong melakukan gledi bersih. Mereka membersihkan lingkungan sekitar jalan Bukit Kemuning.

Jalan yang tahun lalu sempat putus itu, dibersihkan dari sampah yang dibuang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa peduli lingkungan. "Selama matahari terbit dari timur dan Bumi masih dihuni manusia, selama itu pula PSHT akan abadi jaya selama-lamanya," katanya penuh semangat. (ddt)