Kamis, 30 November 2017, 19:39

Daniel Menderita Penyakit Langka

POSMETRO.CO: Daniel si manusia batu. Tubuhnya kaku seperti patung. Otot-ototnya mengeras seperti tulang. Semua sendinya menyatu dan tak bisa ditekuk atau ditekukkan.

Tak bisa menoleh ke kiri dan kanan. Jangankan duduk apalagi berdiri, membungkuk pun tak bisa. Dari kepala hingga unjung kaki, hanya sendi siku tangan yang bisa digerakkan. Gerakan itu pun terbatas.

Sehari-hari, warga Kavling mandiri Blok A nomor 99 RT 01 RW 10 kelurahan Sei Pelunggut, Sagulung itu hanya bisa makan bubur atau apapun yang lunak. Mulutnya tak bisa dibuka lebar karena rahangnya telah kaku.

Sudah kurus tubuh remaja 18 tahun itu karena sakit. Tidak sedikit biaya yang sudah dikeluarkan orang tuanya untuk pengobatan. Namun hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit Prebodis Prasia Ossifa tersebut.

Remaja yang bernama lengkap Daniel Pradija Avista Prangin-angin ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang terjangkit langka ini. Hanya satu dari dua juta orang di dunia yang terserang penyakit ini.

Tongkat rotan sepanjang 1,2 meter menjadi kawan setia yang tak pernah lepas dari genggamannya. Tongkat itu digunakan untuk mendorong tubuhnya agar bisa memiringkan badan ke kiri dan kanan apabila pegal karena lama tertelentang.

"Kalau digigit nyamuk, usirnya pakai tongkat ini. Mamak, kan nggak bisa terus-terusan berada di samping Daniel," katanya dengan lembut.

Penyakit langka ini pertama kali menggrerogoti anak sulung pasangan Sapta Karya Paranging-angin (46) dan Vivi Wati Sidabutar (46) sejak dia berumur dua tahun. Di paha kanannya tumbuh benjolan. "Awalnya dikira sakit kaki gajah, ternyata bukan," sebutnya.

Sejak saat itu, kaki Daniel mulai kaku dan sulit digerakkan. Khawatir, orang tua Daniel memutuskan untuk mengoperasi kaki kanannya. Namun beberapa bulan kemudian, kaki itu kembali mengeras. "Kata mamak, waktu bayi orang belajar berjalan, kan merangkak. Kalau Daniel tidak, ngesot," kenangnya.

Tak hanya pengobatan medis, orang tua Daniel juga mencoba mengobati anaknya ke orang pinter. Kaki Daniel diurut. Seperti layaknya urut patah tulang, kakinya diberi penompang kayu.

Setelah satu bulan, penompang kayu dilepas. Namun kaki Daniel tetap mengeras dan tidak bisa digerakkan. "Kaki anak saya malah jadi bengkok. Jadi dipatahkan lagi dan dibuat posisi lurus," kenang Sapta.

Sapta berharap adanya uluran tangan dari donatur untuk biaya pengobatan anaknya. Donatur, bisa langsung menghubungi Sapta di nomor telpon 081268702595 atau 081263297870.

"Anak saya sembuh, itulah harapan terbesar saya. Saya sangat berharap adanya bantuan untuk anak saya," pintanya. (ddt)