Selasa, 05 Desember 2017, 14:08

Atlet MMA Tanjungpinang Raih Prestasi di One Pride

PINANG, POSMETRO,CO : Tiga atlet Wallie Teo Fighter Camp (WTFC) Tanjungpinang meraih mendali emas diajang bergengsi di ajang Mixed Martial Arts (MMA) yang digelar di Jakarta dan Batam, Sabtu (2/12) lalu. Mereka atlet asal Kota Tanjungpinang yakni Firmansyah, Andi Riawan dan Aswin Obeng berhasil meraih mendali emas dalam petarung seni bela diri campuran.

Andi dan Aswin Obeng meraih kemenangan setelah menaklukan lawanya di atas ring pada Aerpoetih MMA Turnament yang berlangsung di Harbour Bay Mall, Batu Ampar, Kota Batam pada Minggu (3/12). Sementara Firmansyah, fighter binaan WTFC Tanjungpinang juga meraih mendali emas di ajang bergengsi di Tanah Air, yakni One Pride MMA TV One, di Jakarta.

Pada gelaran One Pride MMA TV One yang digelar pada, 2 Desember 2017 di Britama Arena, WTFC Tanjungpinang juga mengikutsertakan dua orang fighter yaitu Waliie Teo di kelas Feather Weight dan Firmansyah di kelas Lightweight. Hasil memuaskan diraih oleh Firmansyah yang bertemu dengan Zainal Abidin dari Bekasi. Firmansyah berhasil memenangkan pertandingan dengan TKO di ronde ke 2.

Sedangkan kabar kurang bahagia muncul dari fighter WTFC Tanjungpinang Waliie Teo yang juga pendiri WTFC yang harus pulang dengan tangan kosong. Ia mengalami cedera pada saat pertarungan sedang berlangsung. Waliie Teo yang sebelumnya juga pernah meraih mendali emas di pagelaran One Pride saat itu berhadapan dengam Ahmad Abdirahman dari Bogor.

"Saat itu saya mengalami cedera di pergelangan kaki dikarenakan kaki saya terjepit diantara matras dan pagar pembatas pertandingan, sehingga wasit harus menghentikan pertandingan," kata Waliie Teo saat ditemui POSMETRO di tempat latihan WTFC Tanjungpinang, Jalan Tambak, Senin (4/12).

Waliie Teo juga menceritakan keberhasilan atlet WTFC Tanjungpinang di ajang Aerpoetih MMA Tournament kemarin, WTFC juga mengirimkan dua fighter yakni Andi Riawan dan Aswin Obeng. Andi Riawan berlaga dikelas 70 Kilogram dan Aswin Obeng di kelas 52 Kilogram. "Di turnamen itu, para fighter semuanya meraih medali emas," ujar Waliie Teo yang juga pelatih WTFC Tanjungpinang.

Dikatakannya, Andi Riawan meraih kemenangan setelah berhasil mengalahkan Franda dari Fitcore Camp Tanjungpinang dengan kemenangan TKO di ronde pertama. Sedangkan fighter WTFC, Aswin Obeng mengalahkan fighter Fitcore lainnya yakni, Saidina Ali dengan kemenangan telak hanya satu kali bantingan dalam waktu kurang dari 1 menit.

"Kita menang 1 ronde semua. Andi Riawan tidak ada satu pun pukulan yang kena mukanya. Sementara Aswin kemenangannya suatu fenomenal, terlalu gampang, kita take down sekali, lawan sudah nyerah," ungkapnya.

Waliie Teo mengaku, khusus pertandingan MMA di Batam, kedua atlet yang dikirimnya melakukan persiapan hanya 3-4 hari saja. Namun, ia yakin, atlet yang dipilih itu adalah orang-orang yang memang memiliki kualitas dan kemampuan yang dinilai sudah bisa untuk bertarung di atas ring. Sehingga, diharapkan dengan hasil yang memuaskan.

"Persiapan kita akui kurang, tetapi ada persiapan. Soalnya seminggu sebelum berangkat, kita baru latihan. Latihan full tekniknya itu 3-4 hari lah. Cuman mereka ini kita percaya, karena tekniknya memang sudah bagus, dan turnamen itu bukan merebut piala bergilir, tetapi semacam eksibisi," ujarnya.

Waliie Teo juga mengaku, WTFC Tanjungpinang terbentuk sejak 6 September 2017 lalu. Terbentuknya WTFC ini memiliki target yang memang tidak main-main. Mereka memiliki target agar setiap atlet yang dibinanya mampu bersaing dan bertanding di ajang nasional. Bahkan, atlet-atlet yang bergabung di WTFC itu pun di prioritaskan untuk anak daerah asal Kepri.

"Tahun ini, kita ada 2 atlet main di One Pride, target kita memang ingin main di One Pride, makanya disini kita rangkul semua kalangan, yang dari Karate, Silat, Muay Thai, Boxing, Judo dan lainnya. Kita pengen, satu atlet itu bisa menguasai semua teknik," ujarnya.

Meskipun sudah beberapa kali mengangkat dan mengharumkan nama Kota Tanjungpinang, namun hingga kini belum ada perhatian serius dari pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun Pemerintah Provinsi Kepri, termasuk dari pengusaha yang ada di Kota Tanjungpinang.(bet)