Selasa, 05 Desember 2017, 15:05

Wisata Alam Lebih Menjanjikan di Kepri Dibandingkan Pertambangan

PINANG, POSMETRO.CO : Gubernur Kepri Nurdin Basirun menjelaskan bahwa Kepri sangat cocok untuk wisata alam disamping wisata bahari yang menjadi andalan. Walaupun memiliki lautan yang luas, namun Kepri  punya beberapa hutan yang masih asri, belum tersentuh oleh aktivitas kegiatan manusia.

 “Wilayah Kepri ini terdiri dari 96 persen lautan tapi terdiri dari 2.408 pulau. Dari ribuan pulau tersebut masih banyak terdapat hutan-hutan yang belum tersentuh serta masih alami yang bisa dijadikan sebagai hutan wisata,” kata Nurdin, saat menerima Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ida Bagus Putra Parthama di Ruang Kerja Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (4/12).Gubernur menceritakan, bahwa beberapa hari sebelumnya dirinya melakukan kunjungan dan melihat potensi wisata di Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan  Anambas.

“Anambas selain lautnya sangat jernih, hutannya juga masih sangat asri dengan banyak pohon yang memiliki diameter yang besar. Pohon tersebut tidak ditebang oleh masyarakat dan perusahaan swasta yang mengelola wisata di sana karena mereka sadar keadaan hutan yang alami  merupakan aset bagi wisata alam yang nilai ekonomisnya berkelanjutan,” ucap Nurdin.

Nurdin yakin, dibandingkan dengan industri lainnya khususnya pertambangan, pariwisata ke depannya akan memberikan sumbangan yang sangat besar bagi pendapatan daerah. Apalagi pariwisata merupakan usaha yang berkelanjutan dan tidak memberikan efek negatif dikemudian hari dibandingkan efek pertambangan yang tidak baik bagi lingkungan.

“Saya yakin sektor pariwisata akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan daerah dibandingkan dengan usaha pertambangan khususnya bauksit yang kami nilai memberikan kontribusi yang sedikit namun efek kerusakan yang cukup besar bagi lingkungan,” ujar Nurdin.

Perihal pengajuan pengelolaan kawasan hutan di Batam, Bintan, Karimun dan Anambas menjadi objek wisata alam oleh beberapa perusahaan kepada Gubernur untuk persetujuan, Nurdin menyatakan agar mempelajarinya dan akan menyetujuinya jika perusahaan tersebut memenuhi kualifikasi.

“Saya akan memberikan rekomendasi kepada perusahaan yang berminat mengelola wisata alam berbasis hutan jika mereka mamenuhi persyaratan dan kualifikasi yang telah ditentukan. Yang paling penting adalah wisata ini nantinya memberikan kontribusi bukan hanya berupa pendapatan untuk pemerintah, namun juga diharapkan masyarakat sekitar juga merasakan manfaat dengan kehadiran wisata di sekitar lingkungannya,” ujar Nurdin.

Senada dengan Gubernur Kepri, Dirjen PHLP Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam pertemuan ini mengajak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengembangkan pariwisata alam di kawasan hutan atau pariwisata berbasis kawasan hutan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sangat mendukung agar hutan khususnya yang ada Kepri dikelola menjadi tempat wisata.

“Kami sangat mendukung industri pariwisata berbasis kawasan hutan khususnya di Kepulauan Riau. Sekarang di Kementerian sedang dibuatkan desain tapak untuk hutan yang bisa dijadikan objek wisata. Industri ini sangat menjanjikan karena tren wisata saat ini telah berubah, orang sekarang lebih cenderung suka kepada wisata alam," kata Ida Bagus Putra Parthama.(***)