Kamis, 07 Desember 2017, 13:18
Peraturan dan Pelayanan Birokrasi Membaik

Saat Para Owner Kapal Batam Mulai Bergairah Lagi

BATAM, POSMETRO.CO : Salah satu bentuk apresiasi atas kinerja dan pelayanan  sekaligus melakukan audensi, pengurus Indonesian National Shipowner Association (INSA) Kota Batam, pada Rabu (6/12) lalu melakukan kunjungan ke Kantor Pelabuhan (Kanpel) Batam di Sekupang.  

Ketua INSA Batam, Osman Hasyim yang langsung hadir pada acara tersebut menyebutkan, saat ini Kantor Pelabuhan sangat tanggap dan cepat dalam merespon permasalahan yang ada di lapangan terkait pelabuhan.

''Tidak hanya itu, pihak Kantor Pelabuhan juga langsung memberikan solusi terkait permasalahan dan pelayanan, dan ini menjadi motivasi kita untuk saling intropeksi jika ada masalah,'' ungkap Osman yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua Bidang Transportasi dan Industri Maritim Kadin Kepri.

Dikatakannya juga, dengan pertemuan seperti ini setidaknya tali silahturahmi dengan pihak Kantor Pelabuhan tetap terjaga, dan komunikasi bisa berjalan baik.
''Kami sebagai pengusaha industri maritim juga sepakat, akan memberikan pelayanan terbaik terhadap pengguna jasa kami. Dengan kerja yang baik inikita harapkan, kedepannya perekonomian akan semakin bagus, industri pelayaran dan kemaritiman meningkat,'' jelas pengusaha asli Batam ini.

Untuk itu sebagai Ketua INSA Batam, Osman sangat mendorong pihak Kanpel untuk tetap melakukan penegakkan peraturan pelayaran. ''Seiring dengan itu, kita juga akan membina angota-anggota kita untuk siap, dalam rangka memperbaiki kalau ada yang kurang mengerti dan kita  juga akan mengatur anggota anggota yang tidak terdaftar, atau kurang tertib adminitrasi yang selami ini banyak dikeluhkan oleh pihak Kanpel,'' jelas Osman.

Sementara pengurus Advokasi dan Regulasi dari INSA, Martin Tandi Rura, menyebutkan, INSA dalam hal ini prinsipnya sesuai nawacita presiden untuk revolusi mental.

''Birokrat memposisikan diri sebagai pengelola bukan penguasa, jadi kita cari solusi bersama, kalau ada kendala apa masalahnya, lalu kita bersama carikan solusi,'' kata Martin.

Sebelumnya INSA Batam, juga memberikan apresiasi terhadap revisi peraturan terkait pelabuhan oleh pihak BP Batam. Dengan adanya revisi ini, nantinya pengenaan tarif tambat di galangan/shipyard tidak ada pungutan lagi. Juga adanya perbedaan tarif kapal niaga dan bukan kapal niaga, serta pelayaran rakyat, tidak dikenakan tarif labuh tambat lagi.

''Ini seperti hadiah bagi masyarakat Batam, karena itu kami dari asosiasi kepalabuhan sangat berterima kasih pada BP Batam, semoga dengan peraturan yang bagus ini, dunia industri maritim Batam kembali meningkat dan bergairah lagi,'' harap Osman. (dye)