Kamis, 07 Desember 2017, 15:55

Dipastikan Banyak Proyek Molor di Anambas

ANAMBAS, POSMETRO.CO : Sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Anambas berjalan tak susuai rencana. Sementara waktu pengerjaannya tinggal menghitung hari atau berakhir pada Desember tahun ini. Contohnya, pembangunan tahap ketiga Kantor Bupati Anambas yang dikerjakan oleh PT Delbiper Cahaya Cemerlang dengan nilai kontrak Rp 21,3 miliar. Saat ini, realisasi pembangunan masih bertengger diangka 50 persen. Begitu juga dengan proyek pembangunan penambahan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anambas beserta Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dengan nilai kontrak Rp 4,45 Miliar. 

Proyek lainnya, pembangunan Masjid Agung Anambas dengan pagu anggaran total sebesar Rp 68 miliar yang pembangunannya dibagi dalam tiga tahap. Untuk tahun ini, pekerjaan meliputi pematangan lahan dan pembangunan pondasi dengan nilai kontrak anak sebesar Rp 17 miliar. Akan tetapi, pekerjaan masih berkisar antara 65 persen. Begitu juga dengan pembangunan jalan Air Padang-Antang-Pasir Peti dengan nilai kontrak sebesar Rp 22 miliar. Proyek ini juga diperkirakan tidak bakal selesai pada masa kontrak berakhir.

Selain empat proyek diatas, masih banyak lagi proyek-proyek sekala besar yang pembangunannya diragukan selesai hingga akhir tahun ini. Meski begitu, Bupati dan Wakil Bupati Anambas tetap optimis pembangunan proyek-proyek ini akan selesai tepat pada waktunya setelah mendengarkan keterangan dari masing-masing kontraktor pelaksana. "Kan masih dalam tahapan pengerjaan. Dan kita juga terus memantau sejauh mana progres pembangunan proyek-proyek strategis ini sudah dikerjakan," Bupati Anambas Abdul Haris saat meninjau pembangunan penambahan gedung RSUD dan Ipal, Rabu (6/12).

Jika tak selesai tepat waktu kata Abdul Haris, pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) untuk mencarikan solusinya. Jika dilihat dari masa kontrak sejumlah proyek strategis di Anambas yang rata-rata akan berakhir pada 26 Desember mendatang, tentu saja sangat tidak logis proyek-proyek ini akan selesai tepat waktu. Artinya, waktu pengerjaan hanya tersisa sekitar 20 hari saja. Sementara, kenyataan di lapangan masih jauh dari harapan.(yes)