Sabtu, 09 Desember 2017, 21:08

Dua Partai Besar Siap Tampung Gatot

JAKARTA, POSMETRO.CO : Usai tak lagi menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun Maret 2018, ternyata sudah dilirik banyak partai politik untuk mengajaknya bergabung dan menjadi kader. 

Bahkan, Wakil ketua DPR RI Fadli Zon menyakatan keterbukaannya kepada Gatot Nurmantyo apabila yang bersangkutan mau bergabung dengan partainya, Gerindra.

"Siapapun yang mau berjuang bersama kita (Gerindra) selalu terbuka, " Kata Fadli di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (9/12).


Tidak mau kalah dengan Gerindra, ditempat yang sama Partai pohon beringin (Golkar) juga memberikan statemen 'ngarep' apabila Gatot mau bergabung dengan Golkar. "Kalau beliau (Gatot) mau masuk Golkar, rasanya tidak mungkin kita tolak, " ungkap Bobby Adhityo Rizaldi 

Anggota Komisi 1 DPR RI ini beranggapan Gatot memikili kompetensi bagus untuk menjadi anggota partai, selain itu juga Jenderal bintan empat itu dinilai memiliki modal sosial yang besar, sehingga bisa membawa kemajuan bagi elektabilitas partainya.

“Gatot sangat potensial. Dia banyak memiliki modal sosial dan elektabilitas yang tidak kecil. Semua partai pasti senang jika Gatot berminta bergabung,” pungkas Bobby.

Menurut Bobby selama ini Gatot bertindak dalam ruang lingkup yang masih menjadi kewenanangannya sebagai Panglima. Bahkan, Gatot dianggap tidak melakukan upaya-upaya untuk mendongkrak elektabilitasnya dalam ranah politik.

"Tindakannya (Gatot) masih dalam ruang lingkup tugas, sesuai dengan pasal 15 UU 94 tahun 2014, " Ujar Bobby.

Selain itu Gatot juga dinilai tidak menggunakan fasilitas di TNI untuk kepentingan mengangkat namanya pada pemilu mendatang.

Namun pernyataan ini bertolak belakang dengan yang di lontarkan oleh Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie yang menilai Gatot terindikasi bermanuver ketika menjadi Panglima TNI selama 3 tahun. "Ada tindakan Panglima lama yang mengarah ke Ranah politik," ungkap Connie

Tindakan yang dimaksud Connie adalah seperti pernyataan yang di keluarkan Gatot saat mengumpulkan para purnawirawan beberapa pekan yang lalu, dalam statemennya Gatot menyampaikan adanya Instansi non militer membeli 5000 senjata yang bisa menembak Tank, Kapal, dan Pesawat.

Menurut Connie hal semacam ini adalah informasi rahasia yang boleh diketahui oleh instansi semacam Badan Intelijen Negera (BIN) bukan jadi konsumsi publik.

Selain itu Connie juga menyesalkan Gatot sering terlihat di acara keagamaan, mendatangi kampus, pengajian dan sebagainya. Seharusnya Gatot berada di Batalyon atau tempat yang sepatutnya untuk TNI. Namun Connie membantah apabila pernyataannya ini dikaitkan dengan agama.

"Saya bukan permasalahkan agama atau kegiatan agamanya, seharusnya (fokus) di wilayah pertahan saja," pungkas Connie.(sat/JPC)