Minggu, 10 Desember 2017, 21:22

Ini Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Terkait Penolakan di Bali

JAKARTA, POSMETRO.CO : Ustadz Abdul Somad menyampaikan klarifikasinya terkait kabar tentang insiden penolakan terhadap dirinya di saat hendak berdakwah di Bali belum lama ini. Lewat video yang kini tersebar di YouTube, pendakwah asal Riau itu menyebut isu tersebut adalah ulah provokator.

"Muncul isu Abdul Somad ditolak oleh masyarakat Bali karena dia radikal, anti-NKRI. Saya tidak percaya pada isu. Saya tidak percaya. Tidak mungkin masyarakat Bali menolak saya. Andai mereka menolak, umat Islam tidak mungkin 800 tahun sudah ada di sini. Pastilah ini ulah-ulah provokator yang tidak benar," kata Abdul Somad dalam video tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, dai yang beken dengan julukan UAS itu juga mengaku bukan pribadi yang anti-NKRI. Sebaliknya, ustaz yang sudah menulis buku 37 Masalah Populer itu mengaku cinta pada Pancasila dan NKRI.

Buktinya, kata UAS, dirinya harus lulus ujian Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sehingga bisa memperoleh beasiswa untuk bersekolah di Mesir pada 1998. Selain itu, Ustaz Somad juga menjalani tes Pancasila untuk bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 2008.

"Akhirnya terjadilah klarifikasi. Apa betul Ustadz Somad anti-NKRI, kata siapa. Sebelum berangkat ke Mesir 1998, seribu anak Indonesia dites mesti lulus tes Pancasila dan P4, dan saya termasuk dari 100 anak Indonesia yang lulus tes. Bukan hanya Bahasa Arabnya, tapi tes Pancasila dan P4. Saya lulus," ucapnya.

Selanjutnya setelah lulus dari Mesir, Ustadz Somad pulang ke Indonesia dan mendaftar sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi negeri. Lagi-lagi, dia juga harus menjalani tes dengan materi tentang NKR.

“Sekarang setelah jadi ustaz, saya masuk ke kampung-kampung desa tertinggal pada Februari dan Agustus saat cuti semester. Video dan fotonya masih ada, saya mengibarkan bendera bersama anak-anak desa tertinggal," imbuh Somad.

Seperti diketahui, Ustadz Somad dikabarkan mendapat penolakan dari sejumlah warga Bali pada Jumat lalu (8/12) saat hendak melakukan safari dakwah. Penolakan itu katena atas ustaz kelahiran 1977 itu disebut-sebut anti-NKRI.

Namun, Kepolisian Daerah Bali membantah kabar tentang penolakan terhadap Abdul Somad. Menurut polisi, insiden yang terjadi pada Ustadz Somad hanya sebatas protes, tapi tidak sampai membatalkan rangkaian safari dakwahyang sudah diagendakan.

"Tidak betul seperti itu. Itu hoaks,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja saat dikonfirmasi, Sabtu (9/12).(ded/JPC)