Selasa, 12 Desember 2017, 13:32
Sepanjang 2017

Pencurian Ikan Meningkat di Perairan Natuna

NATUNA, POSMETRO.CO : Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P), Tony Hardijanto menyebutkan, kasus ilegal fishing di perairan Natuna tahun 2017 kecenderungan terjadi peningkatan.

Kata dia, sejak bulan Januari hingga bulan Desember 2017 ini, sudah berhasil ditangani berjumlah 37 kasus. "Dari 37 kasus ilegal fishing ini, 2 kasus sudah P21 dan 35 dalam proses. Ditahun 2016 lalu tak sampai segitu," ungkap Danlanal, Kolonel Laut (P), Tony Hardijanto kepada Posmetro.co, Selasa (12/12/2017) di ruang kerjanya Mako Lanal Jalan Yos Sudarso Ranai.

Peningkatan penanganan kasus pencurian  ini sebut Danlanal tak terlepas dari tingginya intensitas patroli KRI diperairan Natuna ini.

Adapun KRI yang melakukan patroli tambah Danlanal yaitu KRI Wiratno, KRI Lamadang  KRI Todak serta dibantu Teuku Umar dan Ciptadi satu pesawat udara. "Ya, dalam 1 hari ada 2 KRI yang melakukan patroli ditambah 1 pesawat yang memantau dari udara," sebut Danlanal.

Rata-rata pelakunya jelas Danlanal merupakan nelayan Vietnam. "Bulan November 2017 ini saja masih ada 2 pelaku Ilegal fishing yang ditangkap oleh KRI Teuku Umar dan Ciptadi. Rata-rata pelakunya merupakan nelayan Vietnam," jelas Danlanal.

Untuk kasus pencurian ikan ujar Danlanal diamankan nahkoda dan ABK serta kapal mereka sebagai barang bukti untuk diproses ke ranah hukum.

"Untuk Nahkoda kita proses hukum sedangkan ABK dipulangkan karena non justusia. Sedangkan kapal kita musnahkan. Ini merupakan ketentuan undang-undang yang berlaku di negara kita," ujar Danlanal.(maz)