Jumat, 15 Desember 2017, 22:30

Jadi Ibu Kota Negara, Palangka Raya Siapkan Lahan Ratusan Hektar

PALANGKA RAYA, POSMETRO.CO : Sebagai upaya bersiap diri menghadapi program pemindahan Ibukota Republik Indonesia, Pemerintah Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk “Pemindahan Ibuktoa Negara, Pengaruh Kebijakan dan Masa Depan Indonesia”.

Ketua Tim Kajian Pemindahan Ibu kota negara-Kementerian PPN / Bappenas, Imron Bulkin mengatakan bahwa terdapat beberapa hal kuat yang menjadi pertimbangan rasional pemindahan ibukota dari Jakarta.

Pertama mengurangi beban Jakarta dan Jabodetabek, mendorong pemerataan pembangunan, mengubah mindsetpembangunan Java Centris menjadi Indonesia Centris.

Kemudian memiliki ibukota yang mencerminkan identitas bangsa serta konsep Good Governance , Smart, Green & Beautiful City.

"Serta meningkatkan Competitiveness secara regional maupun internasional," ujar Imron di Hotel Swiss-bel Jotel Danum Palangka Raya melalui keterangan tertulisnya kepada Jawapos.com, Jumat (15/12).

Menanggapi hal ini, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Saban mengatakan bahwa Kalimantan Tengah sudah dan terus bersiap dengan melakukan langkah-langkah strategis. Di antaranya penyiapan lahan seluas 300 ribu, sampai 500 ribu hektar.

"Kawasan tersebut berada di wilayah segitiga emas, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas," ujar dia dalam sambutannya yang bacakan Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia.

Adapun pengembangan potensi wilayah, jelas Sugianto, meliputi pengembangan komoditas unggulan baru di wilayah penyangga, pengembangan ternak sapi di Kab. Sukamara seluas ±100 ribu Hektar.

"Kami juga berencana mengintegrasikan perikanan dan peternakan dengan pemanfaatan pelabuhan perikanan, serta rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Sebuai Kab. Kotawaringin Barat seluas ±30 ribu Hektar," beber dia.

Alasan Palangkaraya Cocok Jadi Ibu Kota Negara

Adapun dalam seminar ini juga diisi dengan diskusi panel. Mereka yang menjadi narasumber merupakan pakar-pakar di bidangnya. Selain Riban Satia, hadir Pimpinan Vokasi UI sekaligus Ahli Arsitektur Perkotaan, Antony Sihombing, serta Danes Jaya Negara, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Palangka Raya yang didapuk sebagai moderator.

Dalam diskusi tersebut, Anthony mengatakan pemindahan ibu kota akan memberikan dampak positif bagi masyarakat asli daerah. Sebab, wilayah yang menjadi ibukota baru akan mengalami kemajuan pesat dibidang tata kota, infrastruktur maupun ekonomi.

“Palangka Raya sangat strategis bagi Indonesia secara keseluruhan, mengingat posisi yg sangat strategis. Selain itu rencana pemindahan ibukota ini akan mendukung program Pemerintah membangun Indonesia Tengah dan Timur,” ujar Pria yang juga merupakan ahli Arsitektur Universitas Indonesia itu.

Antony menambahkan bahwa dari Kajian Makro Optimasi Ruang yang telah dilakukannya, Palangka Raya sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai Ibu Kota NKRI.

Latar belakang sejarah, menunjukkan bahwa Palangka Raya sudah pernah tiga kali diusulkan dan dikaji sebagai Ibu Kota RI oleh tiga Presiden yang berbeda; Soekarno, SBY dan Jokowi.

“Demikian juga jika ditinjau dari segi letak di tengah-tengah negara kepulauan Indoensia yang strategis. Secara luas lahan, Palangka Raya empat kali lebih luas pulau Jawa, sehingga masih sangat besar peluang dalam perencanaan dan perancangan ruang kota Ibu Kota.

"Penetapan kota ini sebagai Ibu Kota, otomatis akan memperbaiki kualitas lingkungan Kalimantan seperti hutan tropis (Rain Forest) dan air," pungkas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum Program Vokasi UI itu.(mam/JPC)