Kamis, 21 Desember 2017, 15:23

Gigolo Feminim Pemuas Pria Kelainan Seks Diamankan di Batam

BATAM, POSMETRO.CO : Polsek Batuampar membekuk seorang gigolo asal Jakarta, Febri Maulana. Pria "feminim" yang melayani laki-laki kelainan seks itu ditangkap bukan karena tindak asusila ataupun praktik prostitusi yang dilakukan melainkan, karena dia sudah menipu tiga hotel berbintang di Batam.

Aksi penipuan tersebut berawal saat Febri datang ke Batam pada Kamis (14/12). Ia memesan kamar di Hotel Pasifik. Untuk pembayaran, pria 23 tahun ini membayar dengan cara transfer dengan internet banking.

Tidak tanggung-tanggung, untuk meyakinkan pihak hotel dia mentransfer dalam nominal jutaan rupiah. "Dia memperlihatkan kalau uang yang transfer telah berhasil. Dan resepsionis percaya," kata Kanit Reskrim Polsek Batuampar, Iptu Ferry Supriadi.

Febri juga meminta pihak hotel menyediakan mobil. Namun karena pihak hotel hanya menyediakan sewa mobil hitungan jam, dia pun meminta uangnya dikembalikan atau refund sebesar Rp1,6 juta.

Setelah beberapa jam, resepsionis hotel memberitahu jika uang yang ditransfer belum masuk ke rekening hotel. Karena terus dicurigai dan terus ditagih pihak hotel, Febri mencari penginapan berbintang lainnya.

Pukul 18.00 WIB, Febri memesan kamar di hotel Novotel. Lagi-lagi, dia tidak mengeluarkan uang satu sen pun. Dia melakukan transaksi dengan pembayaran internet banking. "Jadi satu hari dia memesan dua kamar di dua hotel berbeda," sebutnya.

Ketidak curigaan pihak Hotel Novotel dimanfaatkan Febri. Dia juga menggunakan fasilitas fitness hotel, meminta baju fitness, topi serta, parfum.

Ke esok harinya, Jumat (15/12) Febri kembali berulah. Dia memesan kamar di Hotel Planet dengan modus yang sama, melakukan transaksi pembayaran fiktif dengan internet banking. Kecurigaan pihak Hotel Planet menyeret Febri ke hotel prodeo. Dia ditangkap polisi.

Febri ditangkap ditangkap saat masih berada di kamar Hotel Planet. Akibat kelakuan Febri, Hotel Pasifik dirugikan Rp6,5 juta, Hotel Novotel Rp9 juta dan, Hotel Planet Rp8,8 juta. "Dia itu cuma mau makan tidur gratis saja," ujar Ferry. (ddt)