Senin, 25 Desember 2017, 13:55

Lis Berharap Tanggal 6 Januari Masa Jabatannya Habis

PINANG, POSMETRO.CO : Masa akhir jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Lis-Syahrul tinggal menghitung hari. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang telah menggelar rapat paripurna penyampaian akhir masa jabatan dan usulan pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali kota Tanjungpinang masa jabatan 2013-2018, di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Kamis (21/12). 

Sidang paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno ini mengatakan, sesuai aturan sebelum memasuki akhir jabatan, maka DPRD menggelar rapat paripurna guna mengusulkan pemberhentian wali kota dan wakil wali kota kepada Gubernur Provinsi Kepulauan Riau. Usulan ini dilakukan paling lama 30 hari sebelum masa jabatan berakhir, 16 Januari 2018 mendatang.

Pada kesempatan itu, Suparno juga menyampaikan, setelah di sahkan, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, usulan pemberhentian ini akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui Gubernur Kepri sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.

"Setelah usulan ini dilakukan, nanti Gubernur lah yang akan menyurati ke Kemendagri, usulan pemberhentian ini," kata Suparno.

Suparno menuturkan, saat ini DPRD Kota Tanjungpinang masih menunggu tahapan pemberitahuan tertulis secara resmi dari Kemendagri, melalui gubernur, termasuk penjabat pengganti sementara wali kota. Usulan tersebut, bukan berarti langsung memberhentikan jabatan walikota. Menurutnya wali kota dan wakil wali kota masih bekerja seperti biasanya.

"Memang seharusnya sebulan yang lalu sudah diusulkan. Tetapi baru sempat hari ini dan menurut saya masih belum terlambat. Kan ini sudah proses," ujarnya.

Menyinggung sosok Penjabat Sementara Wali Kota yang akan menjabat, Suparno mengaku, tentunya sosok Pjs Wali Kota Tanjungpinang yang akan ditunjuk oleh Gubernur Kepri nanti adalag orang yang mengerti situasi dan kondisi Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri. Serta dapat bekerjasama dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tanjungpinang.

"Kita harapkan sosok Penjabat walikota nanti, mengetahuilah situasi dan kondisi hal-hal yang terkait dengan perasaan masyarakat Kota Tanjungpinang. Sehingga tidak menimbulkan konflik, karena ini tahun politik yang sangat sensitif," katanya.

Dikatakan Suparno, pejabat  wali kota dengan waktu lebih kurang 10 bulan menjabat itu sangat penting untuk mengnakhodai Pemerintahan Kota Tanjungpinang. Sekaligus rentak itu bisa mempengaruhi OPD dan legislatif. "Tentunya bisa melihat kondisi saat ini, singkronisasi keharmonisan eksekutif dan legislatif serta dan unsur FKPD dan tokoh masyarakat. Saya rasa hal ini yang harus dimiliki sosok penjabat walikota nanti," ujarnya.

Sementara itu, Lis menyampaikan ucapan terimakasih kepada para Pimpinan dan Anggota DPRD, seluruh pimpinan dan staf seluruh OPD dan seluruh unsur FKPD atas kerja samanya selama kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Lis-Syahrul. 

"Saya ucapkan terimakasih kepada semua unsur baik yang ada di lembaga pemerintahan, lembaga sosial masyarakat, para tokoh-tokoh masyarakat serta kepada semua pihak yang telah bekerja sama mendukung dan bersama-sama mewujudkan pembangunan Kota Tanjungpinang, selama kepemimpinan kami," ujarnya.

Menurut Lis, tugas mengurusi dan membantu masyarakat tidak akan berhenti saat jabatan wali kota itu dicopot, melainkan tanpa jabatan pun bisa dilakukan. Untuk itu, disisa masa jabatan ini, ia dan Syahrul akan memaksimalkan tugas dan tanggungjawab pada saat peringatan hari jadi Kota Tanjungpinang yang jatuh pada 6 Januari mendatang.

"Maunya saya itu, tanggal 6 Januari sudah tidak lagi (Menjabat), mau istirahat, tapi OPD masih menginginkan kita. Nanti di akhir tahun ini, ada beberapa hal yang akan kita resmikan pada saat itu, seperti lampu hias jembatan sungai Carang dan video mapping di gedung Gonggong, karena gedung Gonggong itu benar-benar kita jadikan sebagai pusat informasi di Tanjungpinang," ujarnya.

Lis mengaku, dimasa jabatannya bersama Syahrul, masih banyak kekurangan-kekurangan yang belum dapat dilaksanakan pada masa kepemimpinannya. "Ada beberapa hal yang kedepan harus ditingkatkan, yakni penataan kawasan kumuh seperti di Kampung Bugis, penataan objek wisata yang di taman Budaya, nanti kita akan bikin seperti Laman Boenda, itu sudah disetujui pada 2019 mendatang," pungkasnya.(bet)