Jumat, 29 Desember 2017, 15:25
Reses Anggota Komisi II DPRD Kepri, Ririn Warsiti SE MM

Melawan Gelombang, Menjemput Aspirasi

WAKTU menunjukan pukul 09.42 WIB, Jumat (22/12) pagi itu. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Ririn Warsiti SE MM bersama dua staf serta
sopirnya sudah berada di Pelabuhan Rakyat Sagulung. Pagi itu, Ririn memang menjadwalkan melakukan reses atau masa dimana para Anggota Dewan bekerja di luar gedung DPR, menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (dapil) masing-masing.

Ririn sempat menyebutkan, reses ini merupakan pelaksanaan tugas Anggota Dewan di dapil dalam rangka menjaring, menampung aspirasi
konstituen serta melaksanakan fungsi pengawasan. Untuk reses kali ini, Ririn bersama stafnya akan mengunjungi Pulau Jaloh. Pulau ini merupakan salah satu pulau yang berdekatan dengan Kabupaten Karimun.

Untuk sampai ke Pulau Jaloh, ongkos transportasi yang dikeluarkan cukup mahal yakni Rp 500 ribu sekali jalan jika mencarter boat pancung. Waktu tempuh sebenarnya sekitar satu jam waktu normal, tapi karena kondisi cuaca dengan gelombang cukup besar saat itu serta kapasitas mesin boat yang kecil, perjalanan ke Pulau Jaloh ditempuh hampir dua jam.

''Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan di Pulau Jaloh ini, salah satunya mengenai usulan warga beberapa waktu lalu untuk dapat bantuan speed boat dengan mesin 40 PK. Alhamdulillah usulan tersebut sudah diterima, dan boat tersebut sudah berada di Pulau Jaloh,'' kata Ririn saat berada di balai pertemuan warga Pulau Jaloh yang dihadiri ratusan orang.

Ririn berharap agar bantuan ini bisa dipakai warga bersama-sama untuk keperluan transportasi, karena speed boat ini bukan milik perorangan. Dalam pertemuan ini juga, banyak aspirasi yang disampaikan kepada Ririn, salah satunya harapan warga agar ada tower pemancar sinyal ponsel.

''Karena kami kesulitan mendapat sinyal hape untuk komunikasi, kadang sinyalnya ada kadang hilang, untuk itu kami berharap agar bu dewan bisa mengusulkan ke pemerintah agar ada tower pemancar sinyal di sini,'' ungkap seorang warga. Selain itu, warga juga meminta balai pertemuan yang banyak rusak agar bisa diperbaiki dan diberi bantuan.

Usulan warga tersebut dikatakan Ririn akan disampaikannya ke komisi, dan diharapkan bisa diwujudkan. Khusus untuk perbaikan balai pertemuan, secara pribadi Ririn langsung memberikan bantuan sebesar Rp 5 juta.

Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut berjalan dengan hangat, selain aspirasi dari warga pertemuan itu menjadi ajang silahturahmi karena warga Pulau Cengkui ikut bergabung menyampaikan aspirasinya.

Pertemuan itu berakhir dengan makan siang di salah satu rumah warga. Sekitar pukul 14.30 WIB siang, perjalanan pulang ke Batam dilanjutkan. Perjalanan ke Batam inilah yang cukup sulit, karena saat seperti itu angin kencang akan bertiup di laut. Otomatis gelombang yang datang cukup tinggi. Apalagi Speed boat yang ditumpangi kali ini cukup kecil dan tanpa atap pelindung. Beberapa kali terdengar teriakan Ririn dan stafnya saat gelombang besar menghantam speed boat. Meski melewati gelombang cukup besar, speed boat bisa melaju kencang dan perjalanan hanya ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit ke pelabuhan Sagulung.

''Meski saya tahu gelombang cukup besar, tapi saya memang sengaja menjadwalkan kunjungan ke beberapa pulau yang jauh dari Batam. Karena saya yakin mereka kesulitan menyampaikan aspirasinya, semoga dengan kunjungan ini beberapa usulan warga bisa ditindak lanjuti,'' kata Ririn.

Pada hari itu, Ririn tidak hanya melakukan reses di Pulau Jaloh, tetapi ia kembali melanjutkan pertemuan dibeberapa tempat lagi, yakni Setokok dan Kampung Air Lingka di kawasan Jembatan VI Barelang. Di dua lokasi itu, Ririn mencatat beberapa aspirasi dari warga seperti honor delapan orang guru Yayasan Ar Rahman yang belum dibayarkan, serta kurangnya informasi terkait beasiswa bagi siswa sekolah.

''Untuk keluhan dan aspirasi tadi, dalam waktu dekat saya akan membawa pihak Dinas Pendidikan Provinsi agar bisa menjelaskan kepada warga,'' kata Ririn. Reses pada hari itu berakhir sekitar pukul 18.30 WIB. Dan pada Rabu (27/12), Ririn kembali melakukan reses di beberapa tempat seperti Rempang Cate, Kampung Baru Subang Mas, dan di Piayu. Dari tempat- tempat itu, beragam aspirasi ditampung Ririn, seperti lahan makam, transportasi anak sekolah dari pulau, masalah listrik, hingga permintaan pembangunan lapangan olahraga untuk pemuda. 

''Mudah-mudahan, semua aspirasi dari warga ini bisa saya perjuangkan untuk disetujui penganggarannya,'' ujar Ririn saat mengakhiri masa resesnya di tahun 2017. (dye)