Kamis, 04 Januari 2018, 19:07

Mantan Polisi Jadi Bandar Narkoba di Karimun

KARIMUN, POSMETRO.CO : Satuan Narkoba Polres Karimun, mengamankan AA (27), mantan polisi yang dulunya bertugas di Polres Karimun. Dulunya, AA pecat karena terlibat kasus narkoba. Dan saat ini ditangkap kembali dengan kasus yang sama. Ditangkapnya AA merupakan rangkaian pengungkapan jaringan narkoba jenis ganja dan sabu di Karimun. 

Selain narkoba dari tangannya juga diamankan empat butir peluru tajam dan satu butir peluru karet. Polisi pun menduga AA merupakan bandar besar narkoba di Karimun. Pasalnya, lima orang lainnya yang diamankan, yakni ZA (32), MR (21), EF (18), PA (32), dan GP (25) bermuara pada nama AA.

"Saat ini kasus ini masih terus kita dalami," ungkap Kasat Narkoba Polres Karimun AKP Nendra Madyatias SIK, Kamis (4/1) siang. Kasus tersebut mula terungkap dari diamankannya tiga orang tersangka ZA, MR, dan EF di salah satu rumah kontrakan di Kampung Bukit, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Karimun, Selasa (2/1) siang. Dari tangan ketiganya diamankan barang bukti berupa narkoba jenis ganja dan sabu, serta alat hisab sabu (bong). "Yang diamankan tiga paket kecil sabu seharga Rp 100 ribu per paket, tiga paket ganja seharga Rp 50 Ribu per paket, uang tunai sebesar Rp 620 ribu, tiga unit bong, dua unit hape, dan barang bukti lainnya," ungkap Nendra.

Dari nyanyian ketiganya, kemudian diamankan PA (32), pegawai honorer di bagian humas Pemkab Karimun. Dari tangannya diamankan satu paket sabu seharga Rp 600 Ribu, uang tunai sebesar Rp 1,3 juta lebih, dua unit hape, dan satu unit sepeda motor. Penangkapan kembali berlanjut dengan diamankannya, GP (25) dan AA (27), yang diamankan di parkiran Hotel Aston, Kecamatan Tebing. Dari tangan keduanya diamankan dua paket sabu seharga Rp 500 ribu per paket, satu buah timbangan digital, uang tunai sebesar Rp 4,4 juta , gunting, plastik bening, dan 4 buah handphone. Selain itu dari tangan AA juga diamankan 4 butir peluru tajam dan 1 butir peluru karet. "Keenam tersangka diketahui merupakan jaringan berantai dalam peredaran narkoba di Karimun," ungkap Nendra (ria)