Sabtu, 06 Januari 2018, 13:36

Program BSPS Kucurkan Rp 2,970 Miliar Untuk Bantuan Bedah Rumah di Batam

BATAM, POSMETRO.CO : Tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) mengkuncurkan dana sebesar Rp 2,970 miliar untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di Batam. Ada sekitar 193 unit rumah yang diperbaiki oleh program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Kita akan melakukan verifikasi dibulan April mendatang. Sasaran utamanya rumah yang rusak. Seperti atap atau dindingnya rusak dan disesuaikan dengan anggaran yang ada," kata Herman Rozie, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, Jumat (5/1).

Adapun rumah warga yang akan diperbaiki diantaranya, 73 unit rumah di Kabil, Kecamatan Nongsa, lalu 45 di Tanjungsengkuang dan 80 unit di Batumerah, Batuampar. Sebelumnya, tahun 2017 lalu, pusat juga memberikan BSPS kepada 478 rumah yang tersebar di Batam.

"Tahun lalu lebih banyak dari pada tahun ini. Jadi jumlahnya berbeda" kata mantan camat Lubukbaja itu.

Bagi penerian yang mendapat bantuan tersebut. Mereka harus memenuhi beberapa persyaratan. Terdiri dari, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dokumen pemilikan rumah, belum pernah mendapat bantuan, dan membuat surat pernyataan dari pemerintah setempat.

"Kita berharap bantuan ini salah satu solusi dalam mengentas kemiskinan di Batam. Sekaligus memberikan kesempatan bagi warga untuk menempati hunian yang layak," sebutnya. 

Jelasnya BSPS ini hampir sama dengan program pemerintah kota yakni RTLH. Dengan tujuan yang sama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Batam.

"Setidak rumah yang dihuni sudah standart. Kalau yang ini dari kementerian itu saja bedanya kalau tujuan samalah," jelas dia.

Terpisah Yudi Admajianto, Kabag Humas Pemko Batam mengatakan, saat ini pemerintah lagi berupaya memberikan bantuan bagi masyarakat Batam yang kurang mampu. Dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, Batam sangat terbantu. 

"Ini salah bentuk kepedulian pusat kepada pemerintah daerah. Setidaknya meringankan beban masyarakat yang penghasilannya rendah," pungkasnya. (hbb)