Selasa, 09 Januari 2018, 16:21

17 TKI Ilegal Diamankan Pol Air Polda Kepri

BATAM, POSMETRO.CO : Direktorat Polisi Perairan (Ditpola Air) Polda Kepri mengamankan 17 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, yang akan dikirimkan ke Malaysia pada Kamis lalu (4/1). Mereka diamankan di dua tempat berbeda, lima orang pertama ditangkap di Pelabuhan Internasioanl Batam Centre dan 12 TKI lainnya diamankan di Ruko Glori View di kawasan Legenda, Batam Centre.

Penangkapan 17 TKI ilegal bermula ketika Tim Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri menerima lapiran adanya dua calon TKI ilegal yang ditolak di Malaysia pada Desember 2017 lalu. Mereka ditolak karena menggunakan modus akan melancong, namun ternyata ke duanya adalah pekerja agen tidak resmi yang ada di Indonesia.

Setelah penyidikan lebih lanjut, petugas akhirnya menedapati agen TKI Ilegal yang dimaksud akan kembali mengirimkan lima pekerja ilegal dari Pelabuhan Internasional Batam Centre. Petugas kemudian mendapati Jefrianto (19) Sopir dan mini bus BP 7913 ZE yang digunakan menjemput dan mengantar para calon TKI.

Kemudian di hari yang sama, petugasa langsung mengembangkan tangkapan tersebut. Dimana petugas berhasil mengamankan 12 calon TKI ilegal yang mayoritasnya berasal dari daerah Jawa, NTB, dan Madura di kawasan ruko Glori View Batam Centre.

Direktur Polisi Perairan Polda Kepri Kombes Teddy Js Marbun mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugas, para calon TKI ini sengaja didatangkan dari wilayah luar. Dimana mereka diiming-imingi akan bekerja di luar negri dengan gaji 1.000 ringgit.

"Saat perekrutan mereka ditawarkan dengan biaya gratis oleh penyalur sampai dipekerjakan di Malaysia. Mereka dikirim menggunakan modus sebagai pelancong, padahal mereka tidak memiliki apa-apa," kata Teddy, Senin sore (8/1) di Polda Kepri.

Dari keterangan pelaku, kata dia, para calon TKI akan dipekerjakan di daerah Belungkor Malaysia sebagai pekerja perkebunan kelapa sawit dan pembantu rumah tangga. Dimana sebelum diberangkatkan, para penyalur ini sengaja mendatangkan calon pekerja dari luar wilayah Batam.(abg)