Selasa, 09 Januari 2018, 16:25

Polisi Kumpulkan Rekaman CCTv, Dugaan Penculikan Anak

BATAM, POSMETRO.CO : Polisi Sektor Sekupang, belum bisa menyimpulkan kasus yang dialami Gn (10), yang mengaku diculik oleh laki-laki tak dikenal dan diturunkan di daerah Tibanlama, Senin (8/1) lalu. Pelaku disebut sempat bertemu korban sekitar tiga bulan lalu.

"Anak itu datang menangis tersedu-sedu," ujar Popo karyawan showroom Yamaha Indragiri Tiban MC Dermot, yang menemukan Gn pertama kali, saat ditemui POSMETRO, ditempat kerjanya, Selasa (9/1) siang.

Ia menceritakan, sekitar pukul 10.00 WIB saat bekerja, dirinya dikejutkan dengan tangisan anak perempuan berbaju gamis merah di depan showroom. Karena merasa kasihan dia mendatanginya. "Saya bawa ke dalam (Showroom). Saya kasih minum," ungkapnya.

Setelah tenang ia bertanya kepada Gn. Dan GN mengaku baru saja dturunkan di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) Tibanlama oleh seseorang tak dikenal. Sebelumnya ia dibawa dari mesjid di Perumahan Cipta Garden, selepas mengaji.

"Saya tanya rumahnya dimana, dia bilang di Cipta Garden. Terus anak itu kasih nomor ibunya untuk dihubungi," katanya. Popo lalu menghubungi orang tua Gn. Tidak berapa lama seorang perempuan bersama anggota kepolisian pun datang. Dan mengaku ibu korban. Ia kemudian memeluk Gn yang masih dalam keadaan syhok.

"Ibunya datang pukul 11.00 WIB ke showroom. Dia peluk anaknya sambil nanggis," ungkapnya lagi. Menurut Ali, guru mengaji korban saat ditemui Posmetro di Masjid Al Mukhlisin Perum Cipta Garden, Sekupang, Selasa (9/1), Gn tidak masuk mengaji. Menurutnya korban masih mengalami trauma atas kejadian yang menimpanya, Senin (8/1) lalu itu. Biasanya jadwal mengaji di masjid dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir jam 09.00 WIB.

"Semalam saya sudah lihat ke rumahnya. Korban masih shok," katanya. Sementara, korban belum dapat ditemui. Rumah korban terlihat sepi. Disana hanya tampak satu mobil dan motor terparkir di dalam halaman rumah nomor 12 tersebut. "Kita masih selidiki dan kembangkan kasusnya. Kita belum bisa simpulkan apakah dugaan penculikan atau lainnya. Jadi masih didalami," kata Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji.

Oji menerangkan, dari cerita korban. Ia dibawa oleh seorang pria dari tempat mengaji di Perumahan Cipta Garden Sekupang. Lalu dibawa ke Batuaji, Sagulung dan ke Batamcentre, terakhir diturunkan di JPO Tibanlama, Sekupang. 

"Korban baru selesai mengaji. Dan dibawa keliling oleh pelaku menggunakan mobil hitam Avanza. Korban menanggis terus dan diancam dibunuh kalau tidak diam. Tapi Gn malah baca doa keras-keras, pelaku malah ketakutan. Makanya diturunkan di JPO dan pelaku kabur," jelasnya.

Jelasnya, sebelumnya kata korban, tiga bulan lalu pelaku pernah menanyakan alamat kepada Gn di lokasi yang sama. Namun korban mengaku tidak tahu dan pergi berlalu. "Pas jumpa pertama pelaku menggunakan mobil merah. Nah, yang kedua dia bilang "inikan om-om yang waktu itu". Modusnya tetap sama tanya alamat dan beralasan mobilnya rusak. Anak ini lengah dan ditarik ke dalam mobil," ungkap Oji.

Tutur Oji, orang tua korban sempat mendatangi Polsek Sekupang untuk melapor. Namun, dikarenakan mendapat telpon dari nomor tak dikenal yang mengabarkan bahwa si anak sudah ditemukan dirinya lalu bergegas pergi. "Untuk saat ini orang tua korban belum ada membuat laporan pasca anaknya ditemukan. Kemarin kita sudah cek sianak ini tidak ada tindakan kekerasan. Jadi kita tidak melakukan visum," tuturnya.

Saat ini pihaknya lagi mengumpulkan bukti terkait kasus tersebut. Beberapa kawasan yang dilalui pelaku dan korban akan diperiksa melalui CCTv yang terpasang. "Kita akan ambil CCTv yang ada di kawasan Matakucing, Sekupang. Kalau membukanya kita berkoordinasi dengan polda, polres dan dinas terkait. Karena pelaku melintasi jalan tersebut menuju Batuaji," pungkasnya. (hbb)