Selasa, 09 Januari 2018, 16:35

Lis Resmikan Empat Gedung Baru di Tanjungpinang

PINANG, POSMETRO.CO : Bertepatan Hari Jadi Ke-234 Tanjungpinang, Wali Kota Lis Darmansyah meresmikan empat unit gedung baru dan direvitalisasi pada tahun 2017 lalu. Keempat unit pembangunan tersebut yaitu, Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, gedung rawat inap Puskesmas Pancur Tanjungpinang, dan ruang kelas belajar baru SD Negeri 004 Tanjungpinang Barat.

Peresmian Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman sekaligus melaunching calender of event (COE) 2018. Usai meresmikan Gedung Kesenian, Wali Kota menuju Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Bangunan museum sejarah Kota Tanjungpinang, telah direvitalisasi dan disulap menjadi rapi. Museum dicat ulang tanpa merombak struktur sejarah yang ada. Musem ini merupakan bagunan cagar budaya di Kota Tanjungpinang. 

Kemudian, Lis juga meresmikan gedung rawat inap pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (Ponet) Puskesmas Pancur Tanjungpinang. Poned merupakan pelayanan untuk menggulangi kasus-kasus kegawatdaruratan untuk ibu hamil beserta janinnya. Sementara untuk peresmian ruang kelas baru SD Negeri 004 Tanjungpinang Barat, dilakukan oleh Asisten I.

Lis Darmansyah, mengatakan dengan hasil revitalisasi gedung kesenian tersebut, ia berharap gedung ini dapat difungsikan secara optimal, terutama dalam mendukung setiap aktivitas seni dan budaya bagi generasi muda di Kota Tanjungpinang.  Begitu juga, keberadaan museum.  "Museum merupakan bangunan cagar budaya yang akan menunjukkan indentitas daerah sebagai bangsa Melayu, yang mana di dalam museum, orang-orang bisa melihat rekam jejak sejarah bangsa Melayu serta peninggalannya," kata Lis.

Lis menuturkan, museum ini merupakan bangunan cagar budaya yang tidak bisa dirubah, sehingga pemerintah tidak bisa merubah bangunan secara keseluruhan. Tetapi jika fasilitas, sarana dan prasarana sudah terpenuhi, ke depan secara bertahap, pemerintah akan melengkapi koleksi-koleksi yang ada di museum tersebut. "Mudah-mudahan keberadaan gedung kesenian dan museum ini, akan melahirkan regenerasi Kota Tanjungpinang yang mampu mempertahankan nilai-nilai seni dan budaya masyarakat Melayu," ujarnya.

Sementara, Deputi Infrastruktur Bekraf RI Hary Santosa yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, keberadaan gedung kesenian itu, tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tanjungpinang, tetapi ini juga kebanggaan bagi Bekraf RI. Tanjungpinang Kepri adalah garda terdepan di Indonesia, sudah selayaknya perlu didandani secantik mungkin.

Pada 2017 lalu, kata Hary, Bekraf telah memberikan bantuan untuk 42 daerah, salah satunya Kota Tanjungpinang. Ia berharap, gedung ini dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan mendukung sektor pariwisata di kota Tanjungpinang. Baginya lebih baik gedung ini rusak karena ada kegiatan seni dan budaya, dari pada rusak tidak terpakai. (bet)