Rabu, 10 Januari 2018, 16:15

20 Januari, KPU Tanjungpinang Lakukan Coklit Serentak

PINANG, POSMETRO.CO : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang melakukan sosialisasi tahapan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang tahun 2018. Pada tanggal 20 Januari, KPU Provinsi Kepulauan Riau, KPU Kota Tanjungpinang, PPK, PPS dan seluruh sekretariat KPU akan melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) secara serentak. 

Ketua KPU Kota Tanjungpinang Robby Patria mengatakan, saat ini KPU sedang dalam proses puncak tahapan pilkada di mana proses pendaftaran calon. Setelah tahapan ini usai, maka seluruh para bakal calon wali kota dan wakil wali kota dilakukanaan kesehatan calon sampai 15 Januari dan penetapan calon yang akan ditetapkan 12 Februari 2018 mendatang. 

"Kemudian calon mulai melakukan kampanye dari 15 Februari sampai 23 Juni 2018," kata Robby saat melaksanakan sosialisasi tahapan Pilkada Serentak 2018 di Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang, Selasa (9/1).

Robby juga mengatakan, tepatnya 20 Januari nanti KPU Provinsi, KPU Kota Tanjungpinang, PPK, PPS dan seluruh sekretariat KPU akan melakukan coklit secara serentak. "Bahkan Ketua KPU RI juga melakukan hal yang sama mendatangi rumah warga untuk coklit sebanyak lima rumah per orang," ungkapnya.

Untuk itu, Robby meminta izin kepada seluruh warga Kota Tanjungpinang untuk menyiapkan KTP elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk didata menjadi pemilih pada Pilkada Tanjungpinang. Jika warga tidak memegang e-KTP, mereka cukup memiliki surat keterangan bahwa sudah melakukan perekaman maka bisa mengunakan hak pilihnya.

"Jika semua warga Tanjungpinang menggunakan hak pilihnya maka kualitas demokrasi kita bertambah baik," ujarnya.

Dikatakan Robby, jika ada petugas KPU Tanjungpinang yang datang ke rumah warga, ia meminta warga jangan khawatir, karena petugas datang bertujuan untuk mendata dan mencocokan data yang dimiliki KPU dengan fakta di lapangan. Warga yang belum masuk dalam DP4 yang dimiliki KPU, maka warga tersebut masih bisa untuk dimasukkan.

Begitu juga sebaliknya, jika ada warga yang masih masuk DP4, tapi faktanya sudah meninggal dunia atau pindah ke daerah lain, maka petugas akan mencoret dari dalam daftar. Maka kegiatan tersebut sangat penting untuk mendapatkan data pemilih yang berkualitas. "DP4 ini data awal yang diproses menjadi daftar pemilih sementara (DPS). Setelah itu baru menjadi daftar pemilih tetap (DPT)," katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Tanjungpinang Muhammad Djuhari, selaku divisi teknis juga mengingatkan kepada bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang untuk melengkapi persyaratan pencalonan dan syarat calon. "Bagi paslon (Pasangan Calon) yang akan mendaftar agar memperhatikan syarat pencalonan dan syarat calon ini agar dipenuhi," pungkasnya.(bet)