Sabtu, 13 Januari 2018, 16:17

Pasar Induk Jodoh Ikuti Pasar Klewer Solo

BATAM, POSMETRO.CO :  Wali Kota Batam Muhammad Rudi, menginginkan konsep pengelolaan Pasar Induk Jodoh agar benar-benar low cost (berbiaya rendah), supaya para penjual tidak terbebani. Sabtu (13/1) siang, Rudi beranggapan jika biaya terlalu besar, dapat berakibat pada harga barang dagangan yang dijual pedagang.

Selain itu, untuk tahap awal, Pemko Batam juga akan merenovasi pasar induk Jodoh. Hal ini dilakukan agar para pedagang bisa direlokasi ke pasar tersebut dengan sesegera mungkin.

"Kementerian Perdagangan RI siap membantu biaya pembangunan Pasar Induk Jodoh. Tahap awal, Kemendag menyanggupi dana sekitar Rp 7 miliar dari total yang diajukan sebesar Rp 100 miliar," kata Rudi.

Menurut Rudi, Kemendag akan membantu lebih banyak lagi setelah Pemko Batam memulai pembangunan pasar dengan dana awal Rp 7 miliar yang kelak akan diberikan, serta dibantu dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam.

"Setelah itu akan dibantu banyak, sehingga dapat dibangun seperti Pasar Klewer itu," tambah Rudi.

Sementara konsep pembangunan Pasar Induk Jodoh, direncanakan akan mengikuti role model dari Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah. Rencana pengembangan Pasar induk Jodoh, juga sudah dipaparkan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Zarefriadi kepada Wali Kota.

"Februari awal mungkin sudah ada gambarannya (Detail Engineering Design). Anggaran DED dari APBD diluar Rp 7 miliar tadi," ungkap dia.

Rudi berharap, pasar yang  berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar ini diharapkan akan mampu menampung sekitar 2.100 hingga 2.200 pedagang. Target daya tampung ini sengaja dibuat lebih banyak dari data Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan direlokasi sebanyak 1.800 pedagang. (iik)